Artificial Intelligence – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Wed, 26 Jun 2024 07:29:04 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Artificial Intelligence – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Dosen Ubhara Jaya Kupas Penggunaan Alat Pembelajaran Cloud Untuk Implementasi AI https://ubharajaya.ac.id/dosen-ubhara-jaya-kupas-penggunaan-alat-pembelajaran-cloud-untuk-implementasi-ai/ Wed, 26 Jun 2024 07:29:04 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10796 Bekasi – Dosen Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Herlawati, S.Si., MM., M.Kom mengupas tentang penggunaan alat pembelajaran cloud untuk implementasi kecerdasan buatan. Jurnal dengan judul ‘Learning Tools for Artificial Intelligence Implementation’ ini pun sudah dipublis pada Maret 2024.

Dalam upaya menjembatani kesenjangan antara kemampuan mahasiswa dan kebutuhan industri, penelitian terbaru dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya memperkenalkan berbagai alat pembelajaran berbasis cloud untuk implementasi Kecerdasan Buatan (AI). 

Penelitian yang dipimpin oleh Herlawati dari Fakultas Ilmu Komputer ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas laboratorium yang efisien dan hemat biaya, khususnya bagi kampus swasta yang sering kali menghadapi keterbatasan dana.

Menurut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), mahasiswa sarjana (S1) dan diploma (D3) berada pada level 5 dan 6. Di mana mereka dituntut memiliki kemampuan menerapkan pengetahuan sesuai kebutuhan pekerjaan. Namun, fasilitas laboratorium yang mendukung kompetensi tersebut sulit disediakan oleh banyak institusi pendidikan. Penelitian ini mencoba mengatasi kesenjangan tersebut dengan memanfaatkan teknologi berbasis cloud yang tidak memerlukan biaya besar.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Efektif Untuk Pedagang Ayam Di Bekasi Dari Dosen Ubhara Jaya

Salah satu mata kuliah yang harus dikuasai mahasiswa adalah AI, yang kini telah merambah berbagai bidang. Namun, kurikulum yang diterapkan saat ini umumnya hanya fokus pada metode-metode yang sering digunakan di bidang AI.

Sementara penerapan dalam industri memerlukan aplikasi langsung. Penelitian ini membuktikan bahwa beberapa aplikasi online seperti Google Colab, Play with Docker, Streamlit, dan Teachable Machine dapat digunakan sebagai pengganti laboratorium.

Hasil Penelitian:

Google Colab – Menyediakan Integrated Development Environment (IDE) berbasis cloud untuk pemrograman Python. Selain menawarkan IDE, Google juga memungkinkan penggunaan server yang kuat, seperti GPU dan TPU, meski sekarang berbayar.

Teachable Machine – Cocok untuk pengguna AI yang tidak menguasai bahasa pemrograman. Aplikasi ini membantu memahami konsep Machine Learning dengan mudah melalui pengenalan pola dalam bentuk gambar, video, atau ekspresi.

Streamlit Share – Memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi AI yang dirancang. Aplikasi ini perlu dijalankan secara lokal terlebih dahulu menggunakan perpustakaan Streamlit sebelum diunggah ke GitHub.

Play with Docker – Memfasilitasi pembuatan beberapa instance untuk mengintegrasikan antara satu kontainer Docker dengan yang lain. Meski membutuhkan ukuran yang besar, Docker memungkinkan penginstalan aplikasi AI di server lain tanpa perlu menginstal pustaka pendukung.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer

Kesimpulan Penelitian:

Untuk menjembatani kesenjangan antara lulusan universitas dan dunia kerja, diperlukan kurikulum yang sesuai serta fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Dengan memanfaatkan alat-alat berbasis cloud yang bersifat open-source, kampus tidak perlu mengeluarkan biaya besar, cukup dengan menyediakan akses internet yang memadai. 

Hasil karya mahasiswa dapat dilihat dengan jelas, diharapkan mereka tidak hanya memahami teori AI tetapi juga mampu menerapkannya dalam sistem yang lengkap sebagai persiapan setelah lulus.

Penelitian ini memberikan rekomendasi alat yang dapat digunakan laboratorium tanpa memerlukan sumber daya besar, sehingga gap antara dunia kerja dan pendidikan dapat diminimalkan, menghasilkan lulusan yang siap kerja.

]]>
Mengupas Manfaat Artificial Intelligence Dalam Penulisan Karya Ilmiah https://ubharajaya.ac.id/mengupas-manfaat-artificial-intelligence-dalam-penulisan-karya-ilmiah/ Sat, 23 Mar 2024 12:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10020 Bekasi – Menuju kegiatan Bhayangkara Multidisciplinary International Conference (BMIC) 2024 (BMIC) 2024, panitia menyelenggarakan webinar series 4, Sabtu (23/3/2024). Kali ini topik yang dibahas yakni “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Mendukung Karya Ilmiah”. 

Pembicara materi Dekan Fakultas Psikologi dan Kepala Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat & Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), Prof. Adi Fahrudin, Ph.D. Dalam materinya, Prof Adi menjelaskan, saat ini tanpa sadar sudah banyak peneliti yang memanfaatkan AI. Setidaknya ada tiga manfaatkan AI untuk karya ilmiah.

Pertama untuk meningkatkan produktivitas penulisan karya ilmiah. Kedua meningkatkan akurasi dan ketiga meningkatkan kreativitas.

“Ada beberapa Artificial Intelligence tools yang membantu editing, meningkatkan kualitas dan akurasi penulisan akademik untuk mengkurasi mistake atau error apalagi kalau dalam penulisan dalam bahasa Inggris,” katanya.

Prof Adi pun menjabarkan sejumlah Artificial Intelligence yang populer digunakan. Rinciannya yakni, Scite Assistant, Consensus, Elicit, ChatGPT, Chat PDF, Research Rabbit dan Sci.Space. Namun, Prof Adi juga mengingatkan bahwa penggunaan Artificial Intelligence juga memiliki persoalan salah satunya menyebabkan peneliti masalah berpikir kritis.

Dekan Fakultas Psikologi dan Kepala Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat & Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), Prof. Adi Fahrudin, Ph.D

“Alat ini kadang-kadang menyebabkan orang malas berpikir, akibatnya apa, jadinya skill writingnya enggak ada. Ini menyebabkan orang malas melakukan critical thinking,” katanya.

Tak hanya itu Artificial Intelligence dengan fasilitas lengkap tentu harganya tidak murah. Beberapa yang ditampilkan saat ini di google sifatnya masih gratis.

Baca Juga: Sosok Mahasiswa Berprestasi Ubhara Jaya Amanda La Loupatty, Atlet Kickboxing Peraih Emas Di SEA Games 2021

“Yang kedua, Artificial Intelligence ini harganya tidak murah jadi yang ada tampil di google itu yang free kita bisa gunakan free. Tapi yang free ini hanya penggalan-penggalan kecil kita tidak bisa mendapatkan banyak hal,” ucapnya.

Disinggung terkait penelusuran karya ilmiah dari Artificial Intelligence, Prof Adi menilai harus ada teknologi lagi untuk pelacakan.

“Cara termudah itu kita harus menggunakan AI lagi. AI dilawan dengan AI. Jadi kalau misalnya kita menggunakan Scite Assistant maka kita harus paraphrase tools,” jelasnya.

]]>