Biro Kemahasiswaan dan Konseling – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Wed, 03 Dec 2025 09:42:39 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Biro Kemahasiswaan dan Konseling – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Pemerintah Kota Bekasi Tetapkan Penerima Beasiswa 2025, Mahasiswa Ubhara Jaya Masuk Daftar https://ubharajaya.ac.id/pemerintah-kota-bekasi-tetapkan-penerima-beasiswa-2025-mahasiswa-ubhara-jaya-masuk-daftar/ Wed, 03 Dec 2025 09:41:46 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16920 Bekasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Melalui Biro Kemahasiswaan dan Bimbingan Konseling, kampus secara resmi mengumumkan bahwa sejumlah mahasiswa berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa Pemerintah Kota Bekasi Tahun 2025. Penetapan ini merujuk pada Surat Keputusan Wali Kota Bekasi mengenai Penerimaan Beasiswa bagi Mahasiswa di Kota Bekasi Tahun 2025.

Baca Juga: Ubhara Jaya Gelar Job Fair 2025, Dorong Konektivitas Dunia Kampus dan Industri

Dukungan Pemerintah untuk Pendidikan Berkualitas

Program beasiswa ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Melalui skema pendanaan yang dihadirkan setiap tahun, pemerintah berharap mahasiswa dapat terus meningkatkan kualitas akademik, mengembangkan kompetensi, dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat.

Prestasi Mahasiswa Ubhara Jaya

Ubhara Jaya memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa penerima beasiswa yang telah menunjukkan dedikasi, disiplin, serta semangat belajar yang konsisten. Keberhasilan mereka tidak hanya mencerminkan kemampuan individu, tetapi juga menunjukkan bahwa lingkungan akademik di Ubhara Jaya terus berkembang menjadi ruang belajar yang kondusif, suportif, dan mendorong pencapaian prestasi.

Program ini sekaligus menguatkan peran Ubhara Jaya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas serta memastikan mahasiswa mendapatkan dukungan optimal untuk berkembang sesuai potensi mereka.

Akses Daftar Lengkap Penerima Beasiswa

Daftar mahasiswa Ubhara Jaya yang lolos sebagai penerima Beasiswa Pemkot Bekasi 2025 dapat dilihat melalui tautan resmi berikut: https://s.ubharajaya.ac.id/beasiswaPEMKOT2025

Harapan untuk Generasi Muda

Ubhara Jaya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi atas kolaborasi dan dukungan berkelanjutan dalam memperkuat akses pendidikan tinggi. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi pada pembangunan daerah maupun nasional.

Baca Juga: Diskusi Publik Ubhara Jaya 2025 Hasilkan Wawasan Baru bagi Mahasiswa tentang Dunia Kerja Profesional

Beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi bagi para penerima untuk terus mengukir prestasi, sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk berkompetisi secara sehat, aktif mencari peluang pengembangan diri, dan berpartisipasi dalam berbagai program kampus maupun masyarakat.

Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810

]]>
Ubhara Jaya Gelar Job Fair 2025, Dorong Konektivitas Dunia Kampus dan Industri https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-gelar-job-fair-2025-dorong-konektivitas-dunia-kampus-dan-industri/ Sat, 25 Oct 2025 07:08:25 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16712 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui penyelenggaraan Job Fair Ubhara Jaya 2025 dengan mengusung tema “Unlocking Opportunities, Building Careers, and Shaping Your Next Journey.” Kegiatan ini digelar pada Sabtu (25/10/2025) di Auditorium Grha Tanoto, Kampus II Ubhara Jaya, yang disambut antusias oleh ribuan peserta, terdiri atas mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum yang telah mendaftar sebelumnya untuk mengikuti acara ini.

Baca Juga: Sinergi Perguruan Tinggi: Ubhara Jaya Gelar Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Lima Universitas di Indonesia

Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim (Honoris Causa) yang diwakili oleh Wakil Rektor II Ubhara Jaya, Dra. Agnes Supraptiningsih, M.M, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi universitas dalam memperkuat sinergi dengan dunia industri.

Job Fair ini merupakan wujud nyata komitmen Ubhara Jaya dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Melalui kegiatan ini, kami berupaya menjadi jembatan yang mempertemukan para pencari kerja, khususnya mahasiswa dan alumni Ubhara Jaya, dengan dunia industri yang membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berintegritas,” ujar Prof. Bambang.

Lebih lanjut, Prof. Bambang juga berpesan kepada para peserta yang notabene adalah mahasiswa dan alumni Ubhara Jaya maupun masyarakat umum untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan membuka diri terhadap peluang, tampil percaya diri, dan tunjukkan bahwa lulusan Ubhara Jaya adalah insan-insan cerdas, tangguh, dan berintegritas, sesuai dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan semangat “Building Integrity and Professionalism.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Konseling Ubhara Jaya, Dr. Bungaran Saing, S.Si., Apt., M.M., selaku ketua panitia Job Fair Ubhara Jaya 2025, melaporkan tingginya partisipasi baik dari kalangan perusahaan maupun pencari kerja pada tahun ini.

“Dengan penuh rasa syukur, kami laporkan bahwa pada pelaksanaan Job Fair tahun ini, sebanyak 35 perusahaan dari berbagai sektor, meliputi bidang perbankan, teknologi, pendidikan, manufaktur, hingga layanan publik turut berpartisipasi membuka kesempatan kerja dan magang. Selain itu, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 1.400 orang, terdiri atas mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum yang antusias mengikuti kegiatan ini baik secara langsung maupun daring,” ungkap Dr. Bungaran.

Job Fair Ubhara Jaya 2025 menjadi momentum penting bagi universitas dalam memperkuat konektivitas antara kampus dan industri. Melalui kegiatan ini, diharapkan lulusan Ubhara Jaya tidak hanya memperoleh kesempatan karier yang lebih luas, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan dan tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Baca Juga: Diskusi Publik Ubhara Jaya 2025 Hasilkan Wawasan Baru bagi Mahasiswa tentang Dunia Kerja Profesional

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor III Ubhara Jaya, Dr. Dra. Tyastuti Sri Lestari, M.M, Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Bidang Penempatan Tenaga Kerja dari Dinas Ketenagakerjaan, Haikal Faki Abdillah, S.H, Dekan dari tujuh fakultas yang ada di lingkungan Ubhara Jaya atau perwakilannya, serta Ketua Ikatan Alumni Ubhara Jaya, Dr. Hendra Hartanto, S.T., M.T. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti dukungan bersama dalam menciptakan ekosistem kolaboratif antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah.

Melalui gelaran Job Fair Ubhara Jaya 2025, Ubhara Jaya berharap dapat terus menjadi mitra strategis dalam menyiapkan lulusan yang unggul dan berdaya saing, serta menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan ketenagakerjaan nasional.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas Ubhara Jaya: +62 878-4162-4810

]]>
Diskusi Publik Ubhara Jaya 2025 Hasilkan Wawasan Baru bagi Mahasiswa tentang Dunia Kerja Profesional https://ubharajaya.ac.id/diskusi-publik-ubhara-jaya-2025-hasilkan-wawasan-baru-bagi-mahasiswa-tentang-dunia-kerja-profesional/ Sat, 18 Oct 2025 07:54:55 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16668 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melalui Biro Kemahasiswaan dan Konseling, bekerja sama dengan UKM Kewirausahaan Ubhara Jaya serta Psyche Project, sukses menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik 2025 dengan tema “Fresh Graduate vs Realita: Siapkah Kamu untuk Bersaing?” Kegiatan ini digelar pada Sabtu (18/10/2025), secara daring melalui Zoom Meeting dan luring di ruang Wilmar 103, Grha Tanoto, Kampus II Ubhara Jaya.

Baca Juga: Fakultas Psikologi UBJ Kembali Gelar Sharing Session, Bahas Implementasi Psychological Safety ke dalam Psychopreuneurship

Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, alumni Ubhara Jaya, dan masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami kondisi nyata dunia kerja yang semakin kompetitif serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan setelah lulus.

Ketua Umum UKM Kewirausahaan Ubhara jaya, Sabrina Widyarora, dalam sambutannya menyampaikan apa yang akan didapatkan oleh para peserta dalam acara Diskusi Publik 2025. ini.

“Kita menyadari bahwa dunia perkuliahan dan dunia kerja sangat berbeda. Jadi melalui kegiatan forum ini, kita akan membuka wawasan dan mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkap Sabrina.

Berikutnya, sambutan disampaikan oleh CEO Psyche Project sekaligus mahasiswa Fakultas Psikologi Ubhara Jaya, Ivan Fahrozi. Dalam sambutannya, Ivan menuturkan latar belakang dari penyelenggaraan acara ini.

“Kami tergerak untuk membuat forum ini karena adanya fenomena dimana adanya rekan-rekan saya di luar kampus yang sudah lulus menanyakan informasi tentang lowongan pekerjaan kepada saya yang masih mahasiswa. Setelah saya observasi, banyak faktor dimana para lulusan masih belum mendapatkan pekerjaan, salah satunya adalah kompetensi seperti soft skill. Maka dari itu, perlu kita refleksikan kepada diri kita sendiri apakah kita sudah siap masuk ke dunia kerja? Mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya akhir dari diskusi, tetapi menjadi awal dari gerakan mahasiswa yang siap, mandiri, dan berdaya saing dalam dunia kerja,” tutur Ivan.

Turut hadir juga Wakil Rektor III Ubhara Jaya, Dr. Dra. Tyastuti Sri Lestari, M.M. Dalam sambutannya, Dr. Tyastuti menyampaikan dukungannya untuk penyelenggaraan kegiatan Diskusi Publik 2025 ini.

“Saya sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan yang sangat positif ini dan harus dipertahankan. Seluruh kegiatan mahasiswa harus didukung dengan penuh, karena itu sudah menjadi standar kampus yang unggul dalam penjaminan mutu universitas,” ujar Dr. Tyastuti.

Acara berlanjut dengan paparan materi dari para narasumber utama yang dipandu oleh Almaida Marthasari, S.Psi.,CPS, alumni Fakultas Psikologi Ubhara Jaya selaku moderator pada acara ini. Paparan pertama disampaikan oleh Dekan Fakultas Psikologi Ubhara Jaya, Dr. Wustari L. Mangundjaya, M.Org.Psy, S.E., Psikolog.

Dr. Wustari dalam paparannya membahas mengenai “Kontribusi Kampus dalam Mengembangkan Kompetensi Lulusan.” Beliau menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Kampus perlu mengembangkan lima kompetensi utama, yaitu literasi digital dan teknologi, soft skills, kemampuan global dan interkultural, jiwa kewirausahaan, serta semangat lifelong learning. Pengembangan tersebut didukung oleh kurikulum berbasis kompetensi dan Outcome Based Education (OBE) yang menekankan hasil nyata pembelajaran. Selain itu, pembentukan karakter dan etika, penguatan soft skills, riset dan inovasi, serta kolaborasi dengan industri dan institusi global juga menjadi pilar penting. Melalui pusat karier, inkubator bisnis, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, kampus diharapkan mampu melahirkan lulusan berkarakter, adaptif, dan berdaya saing global, dengan sinergi antara dunia pendidikan, industri, bisnis, dan pemerintah sebagai kunci keberhasilan.

Berikutnya, paparan disampaikan oleh Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Surya Lukita Warman, B.Eng., M.Sc. Beliau menjelaskan kondisi terkini pasar tenaga kerja Indonesia berdasarkan data BPS 2025, di mana jumlah pengangguran mencapai 7,28 juta orang atau 4,76% dari total angkatan kerja. Tantangan utama pasar kerja meliputi pertumbuhan tenaga kerja baru yang tinggi, ketidaksesuaian kompetensi (mismatch), rendahnya kualitas SDM, serta dampak digitalisasi dan transisi ekonomi hijau. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemnaker membangun Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK) berbasis digital melalui platform Karirhub dan Pasker.id, yang berfungsi sebagai ekosistem terintegrasi bagi pencari kerja, perusahaan, dan lembaga pendidikan. Platform ini menyediakan fitur lowongan terverifikasi, pembuatan Curriculum Vitae (CV) otomatis, asesmen diri, akses pelatihan vokasi, dan program kewirausahaan. Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem pasar kerja nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjembatani lulusan muda dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga: UBJ Goes to Trans 7, Mahasiswa Dapat Pengalaman Nyata Dunia Broadcasting

Paparan selanjutnya disampaikan oleh, HR Enthusiast sekaligus Founder Psyche Project dan Alumni Psikologi Ubhara Jaya, Muhamad Septiar, S.Psi, yang membahas strategi praktis bagi lulusan baru dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Beliau menjelaskan berbagai sumber pencarian kerja, mulai dari situs resmi perusahaan, media sosial, career center kampus, hingga job portal online seperti JobStreet dan LinkedIn. Beliau juga menekankan pentingnya membuat CV yang ramah terhadap Applicant Tracking System (ATS) dengan format sederhana, penggunaan kata kunci relevan, serta menonjolkan hasil kerja dalam bentuk angka dan prestasi. Selain itu, beliau pun mengajarkan teknik wawancara menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) agar kandidat mampu memberikan jawaban terstruktur, serta memaparkan faktor umum penyebab penolakan kandidat dari perspektif HR dan atasan, seperti kurangnya kesesuaian budaya, motivasi, dan kemampuan teknis. Di akhir, beliau menekankan pentingnya profesionalisme, etika komunikasi, ketepatan waktu, serta growth mindset dan resiliensi sebagai bekal utama bagi fresh graduate untuk berkembang dan bertahan di dunia kerja yang kompetitif.

Melalui terselenggaranya Diskusi Publik 2025 ini, Ubhara Jaya berharap mahasiswa dan lulusan baru dapat lebih siap bersaing di dunia kerja serta mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi di era global saat ini. Ubhara Jaya juga berharap dari penyelenggaraan acara ini para mahasiswa dan lulusan dapat mengimplementasikan visi Ubhara Jaya, yakni berwawasan kebangsaan dan berbasis sekuriti guna menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berperilaku baik.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas Ubhara Jaya: +62 878-4162-4810

]]>
Hadapi Tantangan Dunia Kerja, Ubhara Jaya Ajak Mahasiswa Pahami Realita Pasca-Lulus https://ubharajaya.ac.id/hadapi-tantangan-dunia-kerja-ubhara-jaya-ajak-mahasiswa-pahami-realita-pasca-lulus/ Thu, 16 Oct 2025 09:26:18 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16660 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melalui Biro Kemahasiswaan dan Konseling dan bekerja sama dengan UKM Kewirausahaan Ubhara Jaya serta Psyche Project, menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik 2025. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu (18/10/2025) di ruang Wilmar 103 Grha Tanoto, Kampus II Ubhara Jaya dan daring melalui Zoom Meeting.

Baca Juga: Semangat Juang Mahasiswa UBJ Berbuah Medali Perunggu di PON Beladiri Kudus 2025 pada Cabor Taekwondo

Diskusi Publik 2025 ini mengusung tema “Fresh Graduate vs Realita: Siapkah Kamu untuk Bersaing?” Kegiatan ini bertujuan menjadi wadah bagi mahasiswa dan lulusan baru untuk memahami kondisi nyata dunia kerja yang semakin kompetitif. Melalui forum ini, peserta diajak berdiskusi mengenai kesiapan fresh graduate menghadapi realita dunia kerja, serta strategi dan keterampilan yang dibutuhkan agar mampu bersaing di era modern.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yakni Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Surya Lukita Warman, B.Eng., M.Sc, Dekan Fakultas Psikologi Ubhara Jaya, Dr. Wustari L. Mangundjaya, M.Org.Psy., S.E., Psikolog, serta HR Enthusiast sekaligus Founder Psyche Project dan Alumni Psikologi Ubhara Jaya, Muhamad Septiar, S.Psi.

Melalui diskusi ini, para peserta akan mendapatkan insight langsung tentang dunia kerja nyata, strategi menghadapi tantangan pasca-lulus, serta kesempatan berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para profesional di bidangnya. Selain itu, peserta juga berhak memperoleh berbagai keuntungan menarik, antara lain E-sertifikat, knowledge sharing, dan akses Super Apps.

Baca Juga: Pelantikan Ketua DPM dan Presiden BEM UBJ Periode 2025-2026, Rektor Tekankan Integritas dan Sinergi

Diskusi Publik 2025 ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran dan refleksi bagi para mahasiswa dan lulusan Ubhara Jaya untuk lebih siap menghadapi realitas dunia kerja serta meningkatkan daya saing di tengah perkembangan global yang dinamis. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi pada implementasi visi Ubhara Jaya sebagai perguruan tinggi yang berwawasan kebangsaan guna menghasilkan sumber daya manusia yang berkarakter dan berperilaku baik.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas Ubhara Jaya: +62 878-4162-4810

]]>
Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, UBJ Gelar Edukasi pada Mahasiswa dan Dosen untuk Rawat Kesehatan Mental https://ubharajaya.ac.id/peringati-hari-kesehatan-mental-sedunia-ubj-gelar-edukasi-pada-mahasiswa-dan-dosen-untuk-rawat-kesehatan-mental/ Fri, 10 Oct 2025 10:08:05 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16630 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) melalui Biro Kemahasiswaan dan Konseling menyelenggarakan Webinar Kesehatan Mental dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025. Webinar ini mengusung tema “Merawat Diri, Melatih Diri Menjadi Pribadi yang Tangguh,” dan diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (10/10/2025).

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama diikuti oleh mahasiswa dan sesi kedua diikuti oleh dosen pembimbing akademik UBJ sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan akademik. Acara webinar ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang psikologi, yakni Sarita Candra Merida, M.Psi., Psikolog, Ferdy Muzzamil, M.Psi., Psikolog, dan Lenny Utama, M.Psi., Psikolog, untuk narasumber pada sesi mahasiswa. Sedangkan untuk sesi dosen pembimbing akademik, yakni Dr. Mira Sekar Arumi, M.Psi., Psikolog. kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata UBJ dalam menciptakan ekosistem kampus yang sehat secara mental maupun emosional.

Baca Juga: Biro Kemahasiswaan Ubhara Jaya Gelar Webinar Bimbingan Konseling untuk Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Akademik

Pada sesi paparan dengan mahasiswa, Ibu Sarita Candra Merida, M.Psi., Psikolog, memaparkan materi tentang “Mengenali & Memahami Diri.” Dalam paparan tersebut, beliau menekankan pentingnya kesadaran diri (self-awareness) sebagai dasar dalam menjaga kesehatan mental. Beliau juga menjelaskan bahwa konsep diri terbentuk dari bagaimana seseorang memandang dirinya dan bagaimana orang lain menilainya. Individu dengan kesadaran diri yang baik mampu mengenali kekuatan, kelemahan, serta emosinya, sehingga dapat mengendalikan diri dan meningkatkan harga diri. 

Berdasarkan berbagai penelitian, rendahnya kesadaran diri berpotensi menyebabkan individu tidak menyadari gejala gangguan psikologis seperti depresi atau kecemasan, sedangkan kesadaran diri yang tinggi mendukung keseimbangan psikologis dan ekspresi emosi yang tepat. Individu yang sehat mental ditandai dengan keharmonisan antara pikiran, perasaan, dan perilaku, serta memiliki tujuan hidup yang jelas. Ibu Sarita juga mendorong peserta untuk mengenal diri melalui refleksi masa lalu, masa depan, dan kondisi saat ini, serta melakukan analisis kekuatan dan kelemahan diri agar mampu menetapkan strategi pengembangan pribadi secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Bapak Ferdy Muzzamil, M.Psi., Psikolog, memaparkan materi mengenai “Self Care: Ku Rawat Diri & Hidupku.” Pada paparannya, beliau menyoroti pentingnya perawatan diri sebagai upaya menjaga keseimbangan mental dan emosional di tengah tekanan hidup. Ia menjelaskan bahwa stres merupakan reaksi alami terhadap perubahan dan tantangan, yang bisa bersifat positif (eustress) bila mendorong motivasi, namun dapat menjadi negatif (distress) bila tidak terkelola dengan baik dan menimbulkan gangguan fisik maupun psikologis. Berbagai penyebab stres mencakup tekanan kerja, masalah keuangan, konflik hubungan, kesehatan, serta kurangnya dukungan sosial. 

Oleh karena itu, self care menjadi strategi penting untuk mengelola stres dan menjaga energi positif, yang dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana seperti makan sehat, olahraga, istirahat cukup, bersyukur, dan menikmati waktu pribadi. Dengan mengenali emosi dan suasana hati, seseorang akan lebih memahami dirinya serta mampu berinteraksi secara sehat dengan orang lain, sehingga kualitas hidup meningkat dan kesehatan mental lebih terjaga.

Berikutnya, Ibu Lenny Utama, M.Psi., Psikolog, menjelaskan materi tentang “Trauma: Menerima Luka sebagai Perjalanan Diri.” Beliau membahas tentang bagaimana seseorang dapat menerima luka batin dan trauma sebagai bagian dari proses pertumbuhan diri. Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan bahwa trauma bukan hal yang rasional karena bekerja pada sistem emosi, dan dibagi menjadi tiga jenis: trauma tipe 1 (kejadian tunggal seperti kecelakaan atau kekerasan), trauma tipe 2 (kejadian berulang seperti bullying atau kekerasan verbal dan fisik), serta trauma sekunder (dampak emosional akibat menyaksikan penderitaan orang lain). 

Beliau juga menekankan bahwa menghadapi trauma memerlukan kesadaran dan penerimaan, bukan penyangkalan. Beliau pun turut mengenalkan beberapa teknik pengolahan trauma seperti grounding, emotional freedom technique, safe place, container box, butterfly hugs, dan acceptance therapy yang membantu individu mengelola emosi secara sehat. Menurutnya, luka tidak benar-benar hilang, tetapi akan mengecil seiring pertumbuhan diri, dan seseorang perlu belajar hidup berdampingan dengan luka tanpa membencinya.

Memasuki sesi kedua paparan dengan para dosen pembimbing akademik, Dr. Mira Sekar Arumi, M.Psi., Psikolog, memaparkan materi mengenai “Workplace Resilience in Academic Setting.” Pada paparan tersebut, Dr. Mira menyoroti pentingnya ketangguhan (resilience) di lingkungan akademik yang penuh tekanan psikososial. Beliau menjelaskan bahwa meningkatnya beban kerja, tanggung jawab administratif, dan ekspektasi tinggi menyebabkan kelelahan emosional serta risiko gangguan mental di kalangan dosen dan tenaga pendidik. Menurut beliau, resilience bukanlah sifat bawaan, melainkan proses dinamis untuk belajar, beradaptasi, dan bangkit dari tekanan. Melalui Psychological Immunity–Elasticity Model, Dr. Mira menggambarkan bagaimana pola pikir positif dan kemampuan merefleksikan pengalaman dapat memperkuat daya lenting seseorang. 

Baca Juga: Fikom UBJ Gelar Kuliah Pakar Komunikasi Kebencanaan, Bahas Strategi Komunikasi Efektif dalam Situasi Darurat

Dr. Mira juga menekankan pentingnya membangun narasi konstruktif melalui proses assimilation dan accommodation agar individu dapat tumbuh dari pengalaman sulit, bukan terperangkap di dalamnya. Beliau pun mengingatkan bahaya toxic positivity serta pentingnya keseimbangan antara dorongan kerja dan pemulihan diri. Di akhir sesi, Dr. Mira menegaskan bahwa resiliensi bukan sekadar “bouncing back” dari kesulitan, melainkan “bouncing forward” untuk menjadi lebih kuat, bijak, dan penuh empati dalam menghadapi tantangan dunia akademik.

Selain mendapatkan wawasan teoritis, para peserta juga diajak untuk melakukan refleksi diri serta berbagi pengalaman seputar tantangan dalam menjaga kesehatan mental. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dan interaksi selama kegiatan berlangsung.

Melalui peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, UBJ menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kesadaran pentingnya perawatan diri dan kesehatan mental, terutama di kalangan sivitas akademika. Dengan semangat “Merawat Diri, Melatih Diri Menjadi Pribadi yang Tangguh,” diharapkan para sivitas akademika UBJ dapat membangun ketahanan diri, saling peduli, dan tumbuh bersama sebagai pribadi yang sehat secara fisik dan mental. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari visi UBJ, yakni berperilaku baik

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas UBJ: +62 878-4162-4810

]]>