Gen Z – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Tue, 04 Mar 2025 04:17:38 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Gen Z – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Tim Ubhara Jaya Teliti Motivasi Investasi Gen Z di Tambun Selatan, Ini Hasilnya https://ubharajaya.ac.id/tim-ubhara-jaya-teliti-motivasi-investasi-gen-z-di-tambun-selatan-ini-hasilnya/ Tue, 04 Mar 2025 04:17:37 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14602 Bekasi – Tim Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang terdiri dari dosen dan mahasiswa meneliti tentang Pengaruh Financial Technology, Literasi Keuangan, Motivasi Investasi, dan Persepsi Risiko terhadap Minat Investasi Generasi Z di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Penelitian ini sudah diterbitkan ke dalam Jurnal Riset Ilmiah Volume 2No. 22025, 1122-1131 DOI: https://doi.org/10.62335.

Jurnal ini ditulis oleh Salsabila Aninda Putri , Adi Wibowo Noor Fikri , Christophorus Indra Wahyu Putra, Dody Kurniawan, Hasanuddin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubhara Jaya. Jurnal ini bisa diakses di https://manggalajournal.org/index.php/SINERGI/article/view/962/1222. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Financial Technology (Fintech), Literasi Keuangan, Motivasi Investasi, dan Persepsi Risiko terhadap minat investasi Generasi Z di daerah tersebut.

Dengan menggunakan metode kuantitatif dan teknik purposive sampling, penelitian ini melibatkan 80 responden dari populasi sebanyak 106.298 jiwa yang berasal dari kelompok usia 17 hingga 27 tahun.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubhara Jaya Edukasi Perpajakan pada Gen Z

Berdasarkan analisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) – SmartPLS 3.0, hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi investasi (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi. Artinya, semakin tinggi dorongan individu untuk berinvestasi, semakin besar pula minat mereka dalam melakukan investasi.

Namun, tiga variabel lainnya, yakni Financial Technology (X1), Literasi Keuangan (X2), dan Persepsi Risiko (X4), tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap minat investasi dalam penelitian ini. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun Generasi Z memiliki akses ke teknologi finansial dan informasi keuangan, faktor utama yang mendorong mereka untuk berinvestasi tetap berasal dari dorongan pribadi atau motivasi individu.

Generasi Z dan Tren Investasi di Tambun Selatan

Dalam jurnal ini disebutkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Desember 2023, jumlah investor pasar modal mengalami peningkatan sebesar 18,01%, di mana 56,43% investor berusia di bawah 30 tahun. Fakta ini memperkuat temuan bahwa Generasi Z semakin tertarik dengan investasi sebagai cara untuk mengelola keuangan mereka.

Namun, terdapat tantangan dalam peningkatan minat investasi di kalangan generasi ini. Menurut laporan Victorianews (2024), banyak Generasi Z belum memiliki keinginan untuk membeli rumah karena keterbatasan pemahaman finansial. Selain itu, mereka juga rentan terhadap pinjaman online dan investasi ilegal, sebagaimana disampaikan oleh pakar perencana keuangan Rista Zswestika dari PINA Indonesia.

Baca Juga: Alumni Ubhara Jaya Berbagi Tips Penerapan Personal Branding Dalam Pencarian Kerja

Dengan hasil penelitian ini, diharapkan pemangku kepentingan, termasuk regulator keuangan dan institusi pendidikan, dapat meningkatkan program edukasi investasi yang lebih menekankan pada peningkatan motivasi berinvestasi, bukan sekadar penyediaan akses teknologi dan informasi finansial.

Selain itu, edukasi mengenai risiko investasi dan strategi perencanaan keuangan perlu diperkuat untuk membantu Generasi Z mengambil keputusan finansial yang lebih matang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih bijak.

Tim pun berharap, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam merancang strategi peningkatan investasi di kalangan Generasi Z, khususnya di Tambun Selatan dan wilayah sekitarnya.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Penelitian Mahasiswa dan Dosen Ubhara Jaya Kupas Tentang Generasi Z dan Tantangan Perencanaan Karir di Era Digital https://ubharajaya.ac.id/penelitian-mahasiswa-dan-dosen-ubhara-jaya-kupas-tentang-generasi-z-dan-tantangan-perencanaan-karir-di-era-digital/ Fri, 14 Feb 2025 09:26:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14313 Bekasi – Mahasiswa dan dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) meneliti tentang “Meningkatkan Kemampuan Perencanaan Karir Gen Z Dalam Dunia Kerja”. Penelitian ini di publish di Ezra Science Bulletin Volume 3, Number 1 (January-June) 2025 dengan nomor E-ISSN 2988-1897lDOI prefix 10.58526I https://ezra.krabulletin.com. 

Para penulis dari Fakultas Psikologi ini terdiri atas Nabilah Helya Diana, Sandra Mutiara Tirta, Yesa Privi Azahra, Zahra Dwiana Febrianti, Jelita Cahya Seruni, Dindha Ophelia, dan koresponden Wustari L. Mangundjaya. Jurnal ini juga bisa diakses di link berikut (Unduh).

Dijelaskan jika generasi Z memiliki karakteristik unik yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya, terutama dalam pandangan terhadap dunia kerja. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi dalam mencapai kepuasan kerja. Untuk itu, perencanaan karir menjadi faktor krusial dalam membantu mereka mengenali keterampilan, potensi diri, dan menavigasi peluang di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer

Pentingnya Perencanaan Karir untuk Gen Z

Setiap generasi memiliki ciri khas dalam menghadapi dunia kerja. Generasi Z dikenal lebih fleksibel, adaptif, dan memiliki orientasi masa depan yang kuat. Mereka cenderung lebih menghargai keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi dibandingkan generasi sebelumnya. Menurut penelitian Mangundjaya (2017), fleksibilitas dan kemampuan adaptasi mereka menjadi keunggulan utama dalam menyesuaikan diri dengan perubahan serta menyelesaikan konflik dengan lebih baik.

Perencanaan karir bukan hanya tentang memilih pekerjaan, tetapi juga mencakup proses evaluasi diri, pemetaan potensi, serta strategi dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Penelitian dari Maulyan (2019) menunjukkan bahwa karir merupakan rangkaian pengalaman yang berkembang sepanjang perjalanan kerja seseorang. Oleh karena itu, perencanaan karir yang matang akan menghasilkan sikap positif dan optimis dalam menghadapi masa depan.

Metode Penelitian dan Temuan

Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menganalisis 10 jurnal yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa generasi Z lebih tertarik pada pengembangan keterampilan berbasis teknologi. Misalnya, studi dari Sulastri (2024) mengungkap bahwa pelatihan berbasis teknologi lebih efektif bagi Gen Z dibandingkan metode konvensional. Selain itu, penelitian oleh Umamy et al. (2024) menegaskan bahwa motivasi dan kompetensi berperan penting dalam menentukan keputusan karir generasi ini.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap kesiapan kerja generasi Z adalah kebutuhan akan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Studi dari Pratiwi et al. (2024) menunjukkan bahwa generasi ini mencari pekerjaan yang tidak hanya memberikan stabilitas finansial tetapi juga fleksibilitas dan kesejahteraan emosional.

Baca Juga: Penelitian Dosen PKO Ubhara Jaya Temukan Dampak Latihan Pliometrik Pada Lompatan Olahraga Voli

Tantangan dan Strategi Menghadapi Dunia Kerja

Dalam menghadapi tantangan dunia kerja, generasi Z perlu memahami bahwa selain keterampilan teknis, pengembangan soft skills seperti komunikasi, berpikir kritis, dan kepemimpinan juga sangat penting. Studi dari Makmuroh et al. (2024) menyoroti bahwa individu dengan kombinasi keterampilan teknis dan interpersonal lebih siap menghadapi tantangan profesional.

Selain itu, organisasi dan perusahaan perlu menyesuaikan strategi manajemen sumber daya manusia agar sesuai dengan karakteristik generasi Z. Penelitian Aprilita (2024) menekankan pentingnya personalisasi perencanaan karir, pengembangan keterampilan digital, dan fleksibilitas dalam lingkungan kerja untuk meningkatkan kematangan karir generasi ini.

Dalam penelitian ini disimpulkan jika perencanaan karier yang berbasis teknologi dan kebutuhan individu menjadi kunci bagi generasi Z dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Dukungan dari organisasi, program pelatihan yang relevan, serta kesadaran akan pentingnya soft skills dapat membantu mereka meraih kesuksesan profesional. Dengan pendekatan yang tepat, generasi Z dapat memaksimalkan potensinya dan beradaptasi dengan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Mahasiswa KKN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubhara Jaya Edukasi Perpajakan pada Gen Z https://ubharajaya.ac.id/mahasiswa-kkn-fakultas-ekonomi-dan-bisnis-ubhara-jaya-edukasi-perpajakan-pada-gen-z/ Tue, 31 Dec 2024 09:24:42 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13962 Bekasi – Sebanyak sembilan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) mengedukasi perpajakan untuk generasi Gen Z di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Mahasiswa yang terdiri atas Elia Rossa, Dea Maharani, Elsa Natali, Amelia Destiyana, Shafa Audina Sukmaningrum, Aldila Sukaputri Irmadani, Najwa Balqis, Inday Hardika, dan Marta ini melaksanakan KKN selama 1 bulan dari 14 Mei 2023 sampai 13 Juni 2023. Dalam kegiatan tersebut, mereka mengusung tema “Membangun Generasi Muda Cerdas dan Kreatif, serta Memperbaiki Desa Berkualitas, dan Edukasi Perpajakan pada Gen Z,”.

Baca Juga: KKN Tematik Mahasiswa Ubhara Jaya Dapat Respons Positif Warga Babelan

Program pertama yang mereka lakukan yakni program Literasi pada siswa-siswi kelas  III  SD di SDN  Lubang Buaya 01.  Dalam  program  kerja  ini,  tim KNN membacakan buku bacaan bagi setiap siswa-siswi kelas 3 lalu diceritakan kembali di depan kelas.

Kegiatan  ini  dilakukan  dengan  tujuan untuk mengoptimalkan kinerja otak karena digunakan untuk kegiatan membaca dan mendapat berbagai wawasan dan informasi baru. Selanjutnya, kelompok KKN ini melaksanakan program pembuatan Kreasi Taman Hias  di SDN Lubang Buaya 01. 

Program selanjutnya yakni sosialisasi edukasi perpajakan di SMAN 01 Setu. Sasarannya untuk siswa kelas XI Jurusan IPS. Agar pembahasan materi pajak mudah dipahami, tim juga menghadirkan dosen Ubhara Jaya Dr. Tutty Nuryati, S.E.,M.Ak sebagai pembicara.

Mahasiswa KKN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubhara Jaya Edukasi Perpajakan pada Gen Z (Foto: Dok Kelompok KKN)

Baca Juga: KKN Tematik Mahasiswa Psikologi Ubhara Jaya: Edukasi Ibu-Ibu Kelola Emosi hingga Manajemen Stres

Untuk program selanjutnya yakni program bantuan yang ditugaskan oleh desa kepada Tim KKN yang diadakan oleh Posyandu Nusa Indah 1. Keterlibatan semua elemen dalam kegiatan KKN ini sangat diterima masyarakat. Mereka juga membantu  mahasiswa  KKN  dalam belajar bersosialisasi dengan warga masyarakat, belajar bersikap dan beradaptasi dengan orang lain  sesuai  dengan  norma-norma  yang  berlaku.

Pelaksanaan KKN mahasiswa ini membuktikan jika Ubhara Jaya hadir secara nyata di tengah masyarakat dan memberikan kontribusinya. Ubhara Jaya juga tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Skripsi Mahasiswa Ubhara Jaya Ungkap Gaya Hidup Hedonic dan Fashion Buat Gen Z Belanja Impulsif https://ubharajaya.ac.id/skripsi-mahasiswa-ubhara-jaya-ungkap-gaya-hidup-hedonic-dan-fashion-buat-gen-z-belanja-impulsif/ Mon, 05 Aug 2024 08:59:07 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=11621 Bekasi – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyoroti tentang perilaku pengaruh hedonic dan fashion style terhadap belanja impulsif Gen Z dalam skripsinya. Mahasiswa bernama Silvia Ananda angkatan 2020 ini pun mengambil salah satu sampel produk yang kerap jadi buruan gen Z. 

Sebelumnya, berdasarkan pra survey yang diteliti Silvia, teridentifikasi dua faktor yakni Hedonic behavior dan Fashion Life style yang menyebabkan Impulsive buying pada salah satu produk. Hal ini usai melakukan wawancara dengan 33 responden dari usia 18-26 tahun di wilayah Bekasi.

Hasil penelitiannya ini juga sejalan dengan Vogue Business yang menemukan bahwa lebih dari separuh Gen Z membeli sebagian besar pakaian mereka dari merek fast fashion. Silvia mengaku awalnya tertarik dengan fenomena ini karena sebagai gen Z, dia juga gemar berbelanja. Silvia pun mengerucutkan penelitiannya pada salah satu produk fashion yang rupanya masuk 5 besar yang dicari Gen Z. 

“Terus aku juga cari data kebiasaan Gen Z ngeluarin uang itu untuk apa sih, terus data pendukung bahwa Gen Z tu lebih suka belanja fast fashion karena pilihannya banyak dan selalu ikutin trend yang ada, nah baju yang mereka beli salah satunya merek yang saya teliti ini,” katanya.

Baca Juga: Skripsi Mahasiswa Ubhara Jaya Ini Temukan 3 Faktor Konsumen Membeli Produk, Apa Saja?

Dia pun menjelaskan, jika fast fashion itu dekat dengan Gen Z karena banyaknya model baju yang selalu baru mendukung fashion mereka. Hal ini yang akhirnya menciptakan pola perilaku konsumtif dan impulsif. Apalagi beberapa sumber yang menjadi latar belakang penelitiannya juga menyebutkan Gen Z lebih banyak mengeluarkan uang untuk fashion dan juga senang-senang.

“Jadi kenapa aku tertarik ambil skripsi ini karena aku liat temen temen aku yang notabenenya gen z lebih konsumtif ke hal yang buat kita itu seneng,” ucapnya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Silvia Ananda Angkatan 2020 Usai Melangsungkan Sidang Skripsi

Baca Juga: 10 Kesalahan Dalam Menyusun Skripsi, Mahasiswa Tingkat Akhir Wajib Tahu

Silvia pun menerangkan, jika tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa berpengaruh Hedonic behavior terhadap impulsive buying Gen Z pada Brand fashion salah satu produk. Kemudian untuk mengetahui seberapa berpengaruh Fashion lifestyle terhadap impulsive buying Gen Z pada salah satu brand. Skripsinya ini pun mendapatkan respons positif dari para dosen pembimbing dan penguji. 

“Alhamdulilah dibilang bagus skripsinya, karena variabel yang aku ambil hedonic dan lifestyle ditambah objeknya Gen Z dan aku teliti di Bekasi. Dosenku awalnya engga expect kalau pengeluaran anak muda zaman sekarang itu ternyata banyak untuk fashion,” ujarnya. 

]]>