Inovasi Kreatif – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Wed, 24 Sep 2025 12:14:45 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Inovasi Kreatif – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Mahasiswa UBJ Raih Prestasi pada Perbanas Entrepreneurial Competition 2025 https://ubharajaya.ac.id/mahasiswa-ubj-raih-prestasi-pada-perbanas-entrepreneurial-competition-2025/ Wed, 24 Sep 2025 12:10:44 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16518 Bekasi – Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) kembali menunjukkan kiprah positif di kancah nasional melalui capaian gemilang pada ajang Perbanas Entrepreneurial Competition Tahun 2025. Tim perwakilan UBJ berhasil meraih Juara Pertama dalam kompetisi tersebut, yang menjadi bukti nyata kualitas serta potensi mahasiswa dalam bidang kewirausahaan.

Adapun tim UBJ terdiri atas tiga mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, yakni:

  • Amelia Aditya Putri
  • Jenio Prawirodinata
  • Prita Prameswari Fauzianti

Prita Prameswari Fauzianti, salah satu perwakilan dari tim menjelaskan produk yang mereka kembangkan pada kompetisi kewirausahaan tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa UBJ Raih Juara 3 Call for Paper Perpajakan di Kanwil DJP Jawa Barat III

“Produk yang kami kembangkan adalah minuman boba sehat berbahan utama daun katuk dengan merek MomKatty. Keunggulan utamanya adalah dapat membantu meningkatkan produksi ASI secara alami bagi ibu menyusui, aman dikonsumsi karena bebas kafein, memiliki varian rasa modern yang menarik, serta ditawarkan dengan harga terjangkau dan kemasan edukatif,” jelasnya.

Prita juga menceritakan bagaimana mereka mengatasi tantangan selama mengembangkan produk MomKatty.

“Tantangan terbesar adalah mengubah persepsi masyarakat bahwa daun katuk hanya cocok dijadikan jamu. Kami mengatasinya dengan inovasi rasa yang modern dan branding kekinian sehingga lebih menarik bagi ibu menyusui maupun pecinta minuman sehat. Masalah modal juga kami atasi dengan dukungan dana pribadi, hibah, dan peluang investor,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prita bersama tim juga berencana untuk membuat MomKatty menjadi usaha yang nyata.

“Setelah ini, kami berencana mengembangkan produk ini menjadi usaha nyata dengan memperluas kerjasama melalui platform delivery, membuka peluang franchise, dan terus menghadirkan inovasi varian rasa lainnya. Selain itu, kami ingin aktif mengikuti event dan booth kesehatan untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap brand MomKatty,” pungkasnya.

Keberhasilan mereka mencerminkan sinergi antara pengetahuan akademik, keterampilan manajerial, serta kreativitas dalam mengembangkan gagasan yang inovatif dan solutif di bidang kewirausahaan. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, melainkan juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi. Lebih jauh, keberhasilan tersebut selaras dengan komitmen UBJ dalam mencetak lulusan yang unggul, inovatif, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Baca Juga: Masuk Final IBPC 2025, Tim 5 Ubhara Jaya Kembangkan Minuman Boba Berbahan Daun Katuk

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya meyakini bahwa prestasi mahasiswa merupakan refleksi dari kualitas pendidikan yang terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan tim UBJ dalam kompetisi ini diharapkan dapat memperkuat motivasi sivitas akademika untuk senantiasa berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan, membangun jiwa entrepreneur dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas UBJ: +62 878-4162-4810

]]>
Masuk Final IBPC 2025, Tim 5 Ubhara Jaya Kembangkan Minuman Boba Berbahan Daun Katuk https://ubharajaya.ac.id/masuk-final-ibpc-2025-tim-5-ubhara-jaya-kembangkan-minuman-boba-berbahan-daun-katuk/ Mon, 24 Mar 2025 08:25:11 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15169 Bekasi – Tim 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) lolos final International Business Plan Competition (IBPC) 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI). Uniknya, tim ini mengembangkan produk minuman boba berbahan dasar daun katuk

Tim yang terdiri atas Amelia Aditya Putri, Prita Prameswari Fauzianti, dan Jenio Prawirodinata ini mendapatkan skor 91. Amelia Aditya mengatakan, awalnya timnya tertarik dengan produk ini karena melihat banyaknya pantangan yang dihadapi ibu menyusui.

“Karena sadar akan situasi dimana ibu menyusui memiliki sangat banyak pantangan dari segi hingga minuman. Sehingga kami memikirkan solusi untuk membantu ibu menyusui yang ingin menikmati minuman dengan tidak membahayakan si Ibu dan kandungan ASI yang masih dikonsumsi oleh sang anak,” katanya.

Sementara itu, Prita menambahkan jika produk yang diberi nama MomKatty memiliki senyawa yang mana sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui, yaitu senyawa laktagogum yang berfungsi untuk merangsang dan meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI). Produk ini juga positifnya tidak hanya bermanfaat bagi ibu menyusui tetapi juga bagi sang anak.

“Produk ini dikhususkan bagi ibu menyusui yang juga ingin mengkonsumsi minuman lezat dengan manfaat dan kandungan yang dibutuhkan untuk dirinya serta anaknya yang masih di beri ASI dan yang terpenting tidak membahayakan keduanya,” 

Untuk persiapan kedepannya, Jenio Prawirodinata menambahkan akan menyempurnakan proposal bisnisnya sebelum mempresentasikan di momen final di Malaysia. Tim ini juga terus berlatih presentasi dalam bahasa Inggris.

“Proposal yang kami buat akan kami sempurnakan lagi untuk dibawa ke final dan dijadikan bahan penilaian disana. Kami juga latihan intensif untuk mempresentasikan menggunakan Bahasa Inggris karena di sana kami mempresentasikan nya dalam bentuk bahasa Inggris.

Dalam tim 5 ini, pembagian peran menjadi tiga yaitu Jenio sebagai finance kemudian Amel sebagai product marketing dan satu lagi Prita sebagai research and development.

Selain tim 5, empat tim Ubhara Jaya lainnya juga lolos, yakni Tim 1: Nurul Ainni Nissa Fillayaty, Dhema Kayla Rezyva Hermana, dan Karina Fitriani (Skor: 92), Tim 2: Sheilla Putri Haryanti, Aisyah Dwi Satrio Putri, dan Nisya Octavia Ramadhani (Skor: 89), Tim 3: Nancey Verita Daeli, Ratu Syafna Arianti, dan Naila Shafa Salsabila (Skor: 90), Tim 4: Grace Ester Aprillia, Muhammad Aldi Satrio, dan Yusuf Rahman Maulana (Skor: 91). Dari jadwal yang sudah ditentukan penyelenggara, acara final dilaksanakan pada 7 Juli 2025 di Malaysia. 

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta

]]>
Mengenal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang, Dorong Mahasiswa Berinovasi https://ubharajaya.ac.id/mengenal-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-8-bidang-dorong-mahasiswa-berinovasi/ Tue, 15 Oct 2024 10:15:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13370 Bekasi – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terus dikembangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Program ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi di berbagai bidang.

Dilansir dari LLDikti Kemendikbud, PKM 2024 ini mencakup 8 bidang kegiatan yang dapat diikuti oleh mahasiswa di seluruh Indonesia, antara lain:

1. PKM Riset Eksakta (PKM-RE): Program ini berfokus pada penelitian ilmiah yang bersifat eksperimental di bidang sains dan teknologi. Mahasiswa diajak untuk mengembangkan metode dan solusi baru yang aplikatif.

2. PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH): Mengarah pada penelitian di bidang sosial dan humaniora, program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menganalisis fenomena sosial dengan pendekatan ilmiah yang mendalam.

3. PKM Kewirausahaan (PKM-K): Program ini ditujukan untuk mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha berbasis kreativitas dengan orientasi profit. Melalui program ini, diharapkan muncul ide bisnis baru yang berdaya saing.

Baca Juga: Dosen Ubhara Jaya Raih Juara 3 di Ajang International Community Service Activity (PKM OSA) Batch 13

4. PKM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM): Berfokus pada kegiatan yang langsung melibatkan masyarakat, PKM-PM bertujuan untuk memberikan solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.

5. PKM Penerapan Iptek (PKM-PI): Program ini mendorong mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi oleh dunia usaha, termasuk UMKM.

Baca Juga:UKM Kewirausahaan Ubhara Jaya Lolos Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2024

6. PKM Karsa Cipta (PKM-KC): Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan produk baru yang bermanfaat dengan pendekatan yang inovatif. Kreativitas dan kemampuan desain menjadi kunci sukses di bidang ini.

7. PKM Karya Inovatif (PKM-KI): Bidang ini mengajak mahasiswa untuk menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah di berbagai aspek kehidupan, baik di bidang teknologi, sosial, maupun budaya.

8. PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK): Melalui karya video, mahasiswa bisa menuangkan ide-ide konstruktif dan solutif untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

Selain itu, melalui PKM ini, mahasiswa didorong untuk lebih aktif dalam menciptakan solusi yang dapat diaplikasikan secara langsung di masyarakat. Dengan mengikuti PKM, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman yang berharga tetapi juga berkesempatan untuk mengembangkan potensi diri dalam berbagai aspek.

Baca Juga: 4 Tim Mahasiswa FIP Ubhara Jaya Raih Pendanaan Nasional PKM Dikti 2024

4 Mahasiswa Ubhara Jaya Lolos PKM Riset Sosial Humaniora

Untuk program ini, empat mahasiswa Ubhara Jaya juga lolos untuk bidang PKM Riset Sosial Humaniora pada April 2024. Keempatnya yakni Gianluigi Maulana Dhielfitri (202210615061) dari Prodi PGSD mengambil judul “Gen Z Identity Crisis: Analisis Dampak Penguatan Profil Pelajar Pancasila terhadap Intoleransi Remaja.

Kemudian Marsa Bila Mutsaqofah (202210615049) Prodi PGSD dengan judul Importance of Pancasila: Urgensi Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai Jawaban Degradasi Tata Krama Anak Usia Sekolah Dasar. Selanjutnya Panisa Marliana (202110615056, Prodi PGSD) dengan judul Interelasi Budaya Sunda PAda Sekolah Berbudaya Betawi dalam Konteks Pengembangan Sastra Anak untuk Meningkatkan Literasi Budaya di Sekolah Dasar. Selanjutnya ada Fauziyah Wulandari(202310615048) Prodi PGSD dengan judul Palang Pintu: Tradisi Pernikahan Masyarakat Betawi sebagai Upaya Komunikasi Reflektif Loyalitas Pengantin Pria dan Wanita.

Buat kamu mahasiswa baru yang ingin mengikuti PKM bisa dari sekarang mulai mencari ide apa yang bisa dikembangkan. 

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Inovasi Kreatif, Istri Pegawai Ubhara Jaya Belajar Memproduksi Sabun Cair https://ubharajaya.ac.id/inovasi-kreatif-istri-pegawai-ubhara-jaya-belajar-memproduksi-sabun-cair/ Wed, 18 Sep 2024 08:04:57 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13143 Bekasi – Para istri pegawai Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) terus mengembangkan kreativitas. Kali ini mereka belajar memproduksi sabun cuci piring secara langsung di agenda silaturahmi istri pegawai Ubhara Jaya, Rabu (18/9/2024).

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ibu Bambang Karsono mengatakan, pertemuan ini selalu menjadi momen silaturahmi. Namun, kegiatannya juga diisi dengan materi yang bermanfaat.

“Materi kesehatan kemarin sudah, kita sekarang belajar kreasi untuk membuat sabun cuci piring cair. Nanti kapan-kapan kesehatan lagi. Kegiatan ini digelar dua bulan sekali. Biar menyambung silaturahmi,” katanya.

Baca Juga: Yayasan Binaan Kanker Nusantara Edukasi Kesehatan Tentang Kanker dan Tumor di Ubhara Jaya

Materi pembuatan sabun cuci piring cair ini pun sampaikan Dr. Retno Wulandari, S.Si., M.Sc. Dalam pemaparannya, dosen Teknik Kimia Ubhara Jaya ini menjelaskan sejumlah bahan yang dibutuhkan yakni Texapon 1 kg, Sodium Sulfat atau Natrium Sulfat (Na2SO4) 200 gr, Foam Booster 100 ml, Citrun (Asam Sitrat) 20 gr, Parfum 20 gr, Pewarna Makanan 5 ml, Garam dapur 1/2 kg, Natrium Klorida (NaCl) dan Aquades 10 L. Dr Retno menegaskan jika semua material untuk memproduksi sabun cuci piring cair ini bisa diperoleh secara online.

“Semua bahan-bahan ini bisa ibu-ibu dapatkan secara online, jadi sangat mudah ya,” ucapnya.

Semua bahan yang disebutkan di atas itu pun bisa menghasilkan sabun cuci piring cair sebanyak 10 liter. Modal yang dibutuhkan kurang lebih senilai Rp60.925. Tak hanya menjelaskan materi, Dr Retno dan para peserta undangan yang hadir pun secara langsung mempraktikkan pembuatan sabun cuci cair tersebut. 

Baca Juga: Sosialisasi Program Kreativitas (PKM) 2024 Dorong Dosen dan Mahasiswa Ubhara Jaya untuk Berkarya Lebih Aktif

Ibu Bambang Karsono (kiri) memberikan sertifikat kepada pemateri Dr. Retno Wulandari, S.Si., M.Sc (kanan) (Foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Di akhir acara, Dr Retno juga menuturkan, jika para peserta yang hadir ingin memasarkan produk sabun cuci piring cair buatkan rumahan harus menyertakan izin. Di tingkat paling rendah yakni mengurus izin ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Perizin lebih lanjut juga bisa dilakukan ke Standar Nasional Indonesia, kemudian ke MUI untuk pengurusan sertifikasi halal.  Sesi selanjutnya, Ibu Bambang Karsono pun memberikan sertifikat kepada pemateri Dr Retno. 

Tim Media dan Publikasi 

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>