jurnal – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Mon, 14 Apr 2025 10:00:06 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png jurnal – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Apa Itu Jurnal Sinta? Mahasiswa Wajib Tahu https://ubharajaya.ac.id/apa-itu-jurnal-sinta-mahasiswa-wajib-tahu/ Mon, 14 Apr 2025 10:00:05 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15242 Bekasi – Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang tengah menyusun karya ilmiah atau skripsi, memahami apa itu Jurnal SINTA menjadi langkah penting. Jurnal ini menjadi salah satu rujukan kredibel dalam dunia akademik Indonesia yang wajib kalian kenal dan manfaatkan.

Apa Itu Jurnal SINTA?

SINTA adalah kepanjangan dari Science and Technology Index, yaitu platform digital yang dikelola oleh Kemendikbud Ristek. Fungsinya adalah mengelola dan menyajikan data jurnal ilmiah nasional yang sudah terakreditasi. Dengan kata lain, SINTA menjadi direktori utama untuk mencari jurnal nasional yang telah diakui secara resmi dan memiliki kualitas terverifikasi.

SINTA bukan hanya tempat mencari referensi berkualitas, tetapi juga menjadi media untuk mengenali tren dan reputasi jurnal di tingkat nasional maupun internasional—karena terhubung dengan Scopus dan Google Scholar.

Baca Juga: Mengupas Pentingnya Perlindungan Data Pribadi di Era Digital Lewat Jurnal Dosen Ubhara Jaya

Cara Akses SINTA

Langkah-langkah berikut bisa memudahkan kamu dalam mengakses jurnal berkualitas dari SINTA:

1. Buka Browser: Gunakan perangkat yang terhubung ke internet.
2. Kunjungi Website Resmi: Akses situs https://sinta.ristekbrin.go.id
3. Gunakan Kolom Pencarian: Masukkan kata kunci sesuai topik yang kamu cari.
4. Gunakan Filter: Pilih filter seperti tahun terbit, instansi, atau penulis.
5. Pilih Jurnal yang Relevan: Klik jurnal untuk melihat informasi lengkap seperti abstrak, penulis, dan daftar pustaka.
6. Unduh Artikel (jika tersedia): Beberapa artikel bisa langsung kamu unduh untuk dibaca lebih lanjut.

Fungsi Penting Jurnal SINTA untuk Mahasiswa

– Indeks dan Akses Mudah: Menghimpun jurnal, prosiding, dan hasil penelitian dalam satu platform.
– Evaluasi Kualitas Jurnal: Memberi peringkat berdasarkan sitasi, editorial, dan dampak ilmiah.
– Mempermudah Akses Literatur Terkini: Khususnya yang berkaitan dengan topik di Indonesia.
– Dukung Publikasi Lokal: Meningkatkan eksistensi dan nilai penelitian dalam negeri.
– Naikkan Citra Kampus: Peringkat dan publikasi di SINTA bisa jadi tolok ukur prestasi akademik institusi.

Baca Juga: Jurnal Dosen Ubhara Jaya Kupas Pemanfaatan Teknologi Untuk Cegah Korupsi Yudisial

Peringkat atau Tingkatan Jurnal di SINTA

Penting juga untuk mengenal tingkatan jurnal di SINTA. Ini akan membantu kalian memilih jurnal yang sesuai kualitas dan kebutuhan:

SINTA 1 (S1): Kualitas tertinggi, sangat sering dijadikan referensi.
SINTA 2 (S2): Masih unggul dan kredibel.
SINTA 3 – 4 (S3-S4): Kualitas menengah, cocok untuk referensi umum.
SINTA 5 – 6 (S5-S6): Masih perlu peningkatan, namun tetap bisa jadi referensi awal.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Literasi Digital Jadi Kunci Tangkal Hoax di Kalangan Mahasiswa Ubhara Jaya https://ubharajaya.ac.id/literasi-digital-jadi-kunci-tangkal-hoax-di-kalangan-mahasiswa-ubhara-jaya/ Tue, 08 Apr 2025 07:50:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15206 Bekasi – Penyebaran hoax atau berita palsu justru menjadi tantangan besar yang terus mengintai, terutama di kalangan mahasiswa. Minimnya literasi digital dan kurangnya kemampuan berpikir kritis kerap menjadi penyebab utama mahasiswa mudah terpengaruh bahkan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Dalam merespons tantangan ini, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya melakukan sebuah penelitian kualitatif dengan pendekatan psikoedukasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital sebagai langkah preventif terhadap penyebaran hoax di kalangan mahasiswa.

Penelitian yang dibuat oleh mahasiswa Ajeng Cahya Lestari, Alyaa Mahira, Annisa Khurrotul Luthfil Aini, Chyntia Martini, Nadia Karin dan dosen Rijal Abdillah ini pun telah dipublikasikan dalam Jurnal Humaniora, Sosial dan BisnisVol. 3No. 1Januari 2025, hal. 182-193

Dalam jurnal ini dijelaskan pelaksanaan kegiatan intervensi pada 6 Desember 2024, melibatkan 9 mahasiswa semester 3. Metode psikoedukasi digunakan dalam bentuk pelatihan terstruktur yang disertai diskusi interaktif dan penyampaian materi mengenai hoaks serta literasi digital.

Baca Juga: KKN Mahasiswa Ubhara Jaya Bangun Wilayah Berkelanjutan Lewat Inovasi Digital dan Peduli Lingkungan di Kelurahan Kebalen

Dalam hal ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya serta mengenali bias kognitif seperti bias konfirmasi. Responden diberikan kuisioner untuk menggali pandangan mereka. Hasilnya, mayoritas (6 dari 9 responden) menyebut bahwa penyebab utama penyebaran hoax di kalangan mahasiswa adalah rendahnya literasi digital. 

Responden juga menyoroti pengaruh media sosial dan minimnya kemampuan berpikir kritis sebagai faktor penyerta. Sebanyak 8 dari 9 responden menyatakan bahwa orang cenderung mempercayai hoaks yang sesuai dengan keyakinan mereka karena adanya bias konfirmasi. 

Mereka lebih mudah menerima informasi dari kelompok yang dianggap relevan dan cenderung mengabaikan fakta yang bertentangan dengan pandangan mereka. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan objektivitas dalam menyaring informasi.

Menariknya, seluruh responden (9 dari 9) menyatakan bahwa mereka biasa memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, seperti dengan membandingkan berbagai sumber, mengecek melalui situs pemeriksa fakta, dan mencari bukti pendukung.

Baca Juga: Mengupas Pentingnya Perlindungan Data Pribadi di Era Digital Lewat Jurnal Dosen Ubhara Jaya

Sementara itu, 6 dari 9 responden sepakat bahwa platform media sosial memiliki tanggung jawab besar dalam menghentikan penyebaran hoaks. Beberapa dari mereka menyarankan agar media sosial menyediakan fitur pelaporan dan menggunakan teknologi deteksi hoaks secara aktif. Mereka juga menyebut pentingnya penerapan kebijakan tegas dari platform digital untuk mencegah peredaran informasi palsu.

Ketika ditanya tentang pengalaman pribadi dalam menyebarkan hoax, 5 dari 9 responden menyatakan tidak pernah terlibat, sementara 4 orang lainnya mengaku pernah, meskipun tidak sengaja. Dari pengalaman tersebut, mereka belajar pentingnya berpikir kritis, mengecek kebenaran sumber informasi, dan berhati-hati dalam membagikan konten di media sosial.

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa intervensi psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mengubah pola pikir mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali dengan keterampilan untuk menghadapi tantangan informasi digital dengan lebih bijak.

Ke depannya, literasi digital bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga institusi pendidikan, pemerintah, dan platform media sosial. Dengan edukasi yang berkelanjutan, terutama melalui pendekatan psikoedukasi yang terbukti efektif, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan informasi yang valid dan membangun masyarakat yang lebih kritis terhadap informasi digital.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Tim Ubhara Jaya Teliti Motivasi Investasi Gen Z di Tambun Selatan, Ini Hasilnya https://ubharajaya.ac.id/tim-ubhara-jaya-teliti-motivasi-investasi-gen-z-di-tambun-selatan-ini-hasilnya/ Tue, 04 Mar 2025 04:17:37 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14602 Bekasi – Tim Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang terdiri dari dosen dan mahasiswa meneliti tentang Pengaruh Financial Technology, Literasi Keuangan, Motivasi Investasi, dan Persepsi Risiko terhadap Minat Investasi Generasi Z di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Penelitian ini sudah diterbitkan ke dalam Jurnal Riset Ilmiah Volume 2No. 22025, 1122-1131 DOI: https://doi.org/10.62335.

Jurnal ini ditulis oleh Salsabila Aninda Putri , Adi Wibowo Noor Fikri , Christophorus Indra Wahyu Putra, Dody Kurniawan, Hasanuddin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubhara Jaya. Jurnal ini bisa diakses di https://manggalajournal.org/index.php/SINERGI/article/view/962/1222. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Financial Technology (Fintech), Literasi Keuangan, Motivasi Investasi, dan Persepsi Risiko terhadap minat investasi Generasi Z di daerah tersebut.

Dengan menggunakan metode kuantitatif dan teknik purposive sampling, penelitian ini melibatkan 80 responden dari populasi sebanyak 106.298 jiwa yang berasal dari kelompok usia 17 hingga 27 tahun.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubhara Jaya Edukasi Perpajakan pada Gen Z

Berdasarkan analisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) – SmartPLS 3.0, hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi investasi (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi. Artinya, semakin tinggi dorongan individu untuk berinvestasi, semakin besar pula minat mereka dalam melakukan investasi.

Namun, tiga variabel lainnya, yakni Financial Technology (X1), Literasi Keuangan (X2), dan Persepsi Risiko (X4), tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap minat investasi dalam penelitian ini. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun Generasi Z memiliki akses ke teknologi finansial dan informasi keuangan, faktor utama yang mendorong mereka untuk berinvestasi tetap berasal dari dorongan pribadi atau motivasi individu.

Generasi Z dan Tren Investasi di Tambun Selatan

Dalam jurnal ini disebutkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Desember 2023, jumlah investor pasar modal mengalami peningkatan sebesar 18,01%, di mana 56,43% investor berusia di bawah 30 tahun. Fakta ini memperkuat temuan bahwa Generasi Z semakin tertarik dengan investasi sebagai cara untuk mengelola keuangan mereka.

Namun, terdapat tantangan dalam peningkatan minat investasi di kalangan generasi ini. Menurut laporan Victorianews (2024), banyak Generasi Z belum memiliki keinginan untuk membeli rumah karena keterbatasan pemahaman finansial. Selain itu, mereka juga rentan terhadap pinjaman online dan investasi ilegal, sebagaimana disampaikan oleh pakar perencana keuangan Rista Zswestika dari PINA Indonesia.

Baca Juga: Alumni Ubhara Jaya Berbagi Tips Penerapan Personal Branding Dalam Pencarian Kerja

Dengan hasil penelitian ini, diharapkan pemangku kepentingan, termasuk regulator keuangan dan institusi pendidikan, dapat meningkatkan program edukasi investasi yang lebih menekankan pada peningkatan motivasi berinvestasi, bukan sekadar penyediaan akses teknologi dan informasi finansial.

Selain itu, edukasi mengenai risiko investasi dan strategi perencanaan keuangan perlu diperkuat untuk membantu Generasi Z mengambil keputusan finansial yang lebih matang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih bijak.

Tim pun berharap, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam merancang strategi peningkatan investasi di kalangan Generasi Z, khususnya di Tambun Selatan dan wilayah sekitarnya.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Ubhara Jaya Wujudkan Pengabdian Masyarakat di Desa Bojong Koneng, Bogor https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-wujudkan-pengabdian-masyarakat-di-desa-bojong-koneng-bogor/ Fri, 21 Feb 2025 09:15:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14386 Bogor – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan pengelolaan potensi desa di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung pada 6-9 November 2024 dengan berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dipublikasikan di Jurnal Pengabdian Mandiri Vol.4, No.1, Januari 2025. Jurnal ini juga bisa diakses di link https://bajangjournal.com/index.php/JPM/article/view/9588.

Jurnal ini ditulis oleh tiga dosen Edward Efendi Silalahi, Nera Marinda Machdar dan  Bungaran Saing. Dilaporkan jika Desa Bojong Koneng memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan pertanian. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, tim dosen Ubhara Jaya melakukan observasi langsung untuk menganalisis kebutuhan desa dan merancang program pemberdayaan yang tepat.

Baca Juga: Ubhara Jaya Tandatangani Pakta Integritas Kolaborasi Perguruan Tinggi Pada Program PKM Kampus Merdeka-Smart Village

Program Pemberdayaan di Berbagai Bidang

1. Bidang Ekonomi: Menumbuhkan Kesadaran Finansial dan Kreativitas

  • Gerakan Menabung Sejak Dini: Program edukasi bagi siswa SDN Bojong Koneng untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini. Anak-anak diajak membuat celengan kreatif dari kardus bekas sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.
  • Ekonomi Kreatif (Pembuatan Bros Jilbab): Kegiatan pelatihan bagi ibu-ibu di RT 01-02 RW 10 untuk mengolah kain perca menjadi bros jilbab bernilai jual. Pelatihan ini juga mencakup strategi pemasaran dan manajemen keuangan.
  • Seminar Edukasi Pasar Modal Syariah: Seminar yang menghadirkan perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperkenalkan konsep investasi syariah kepada masyarakat setempat.

2. Bidang Kesehatan: Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat

  • Kerja Bakti: Warga RW 10 bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
  • Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Sosialisasi cara mencuci tangan yang benar kepada siswa SDN Bojong Koneng untuk meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini.
  • Posyandu dan Cek Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan ibu hamil serta pemberian imunisasi bagi anak-anak guna memastikan kesehatan generasi penerus.
  • Senam Sehat dan Cek Kesehatan: Kegiatan olahraga bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh.

Baca Juga: PKM Fakultas Psikologi Ubhara Jaya, Dorong Lansia Capai Successful Ageing Lewat Outing Class

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga Desa Bojong Koneng. Para peserta merasa mendapatkan manfaat langsung, baik dalam hal peningkatan wawasan, keterampilan, maupun kesehatan. Beberapa ibu-ibu bahkan mulai menerapkan keterampilan ekonomi kreatif yang mereka pelajari untuk menambah penghasilan keluarga.

Program pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan yang nyata. Dengan optimalisasi potensi desa, diharapkan kesejahteraan masyarakat Bojong Koneng semakin meningkat. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.   

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Tim Ubhara Jaya Edukasi Warga Bekasi tentang Penggunaan Listrik yang Aman https://ubharajaya.ac.id/tim-ubhara-jaya-edukasi-warga-bekasi-tentang-penggunaan-listrik-yang-aman/ Fri, 03 Jan 2025 04:03:15 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13972 Bekasi – Dosen dan Mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat lewat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satu kegiatan yang mereka lakukan yakni mengedukasi warga tentang keselamatan penggunaan listrik. 

Dalam Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ceria (JPKMC) yang ditulis tim terdiri atas Tubagus Hedi Saepudin, Yuri Delano Regent Montororing, Rifda Ilahy Rosihan, Roberta Heni Anggit Tanisri dan Andreas Tri Panudju menyebutkan KKN dilaksanakan di Desa Muarabakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Jurnal ini tercatat dengan E-ISSN : 3021-8470 P-ISSN : 3025-5473 Volume 2 Nomor 1, Juni 2024, pp 173-179. 

Disebutkan jika KKN sebelumnya digelar pada Juni 2024. Edukasi keselamatan penggunaan listrik ini, warga  diberikan  materi yang mengilustrasikan komponen listrik yang standar dan tidak standar, termasuk steker, kabel, dan kabel rol. 

Baca Juga: Mahasiswa KKN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubhara Jaya Edukasi Perpajakan pada Gen Z

Kemudian materi yang diberikan selanjutnya tentang  mengenai risiko penggunaan peralatan listrik yang tidak memenuhi Standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) yang  dibagikan kepada para peserta. Langkah berikutnya, peserta melihat contoh peralatan listrik yang terbakar akibat penggunaan yang ceroboh. Hal ini untuk memberikan pengetahun secara nyata.

Pelaksanaan KKN Pemberdayaan Masyarakat Dalam Keselamatan Penggunaan Listrik

Kegiatan selanjutnya, warga diberikan informasi mengenai cara pencegahan kebakaran yang disebabkan oleh peralatan    listrik yang tidak  memenuhi  standar PUIL. Sosialisasi yang tak kalah penting, warga juga diminta untuk menyebarkan informasi kepada teman, keluarga, dan tetangga tentang bahaya kebakaran listrik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bukti nyata kontribusi Ubhara Jaya terhadap masyarakat, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat. 

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Mengupas Pentingnya Perlindungan Data Pribadi di Era Digital Lewat Jurnal Dosen Ubhara Jaya https://ubharajaya.ac.id/mengupas-pentingnya-perlindungan-data-pribadi-di-era-digital-lewat-jurnal-dosen-ubhara-jaya/ Thu, 05 Dec 2024 07:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13768 Bekasi – Dua dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Edi Saputra Hasibuan dan Elfirda Ade Putri mengupas tentang Perlindungan Keamanan Atas Data Pribadi Di Dunia Maya dalam jurnalnya. Jurnal ini terbit di JURNAL HUKUM SASANA, Volume 10, Iss.1 (2024), pp. 70-83ISSN 2461-0453 (print) | ISSN 2722-3779 (online). 

Dua dosen ini mengupas jika era digital membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Tetapi kemudahan ini juga membuka peluang risiko yang signifikan terhadap pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data pribadi. Jurnal tersebut bisa diakses di  https://doi.org/10.31599/sasana.v10i1.2134

Mengapa Data Pribadi Harus Dilindungi?

Data pribadi mencakup informasi sensitif seperti nama, alamat, nomor telepon, data keuangan, dan informasi identitas lainnya. 

Melindungi data pribadi menjadi penting karena;

1. Privasi Terjamin

Pencegahan terhadap penyalahgunaan informasi sensitif individu.

2. Keamanan Finansial

Melindungi data keuangan dari penipuan atau pencurian identitas.

3. Keamanan Identitas

Menghindari penggunaan data untuk tindakan ilegal seperti membuat akun palsu.

4. Kepatuhan Regulasi: Sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan aturan internasional seperti GDPR.

5. Kepercayaan Publik

Organisasi yang melindungi data pribadi akan membangun reputasi dan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: Tim Ubhara Jaya Teliti Faktor Fanatisme Budaya Betawi dalam Pembelian Produk Makanan Gabus Pucung di Bekasi

Tantangan Perlindungan Data Pribadi (PDP) di Indonesia

Menurut Pasal 65 UU PDP, pencatutan data pribadi merupakan pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi pidana hingga lima tahun penjara atau denda maksimal Rp5 miliar. Namun, lemahnya sosialisasi UU PDP dan sifat delik aduan menyebabkan minimnya pengaduan resmi dari masyarakat. Indonesia telah mengatur perlindungan data dalam Pasal 28G ayat (1) UUD 1945, UU Administrasi Kependudukan, dan UU PDP. Kehadiran UU No. 27 Tahun 2022 menjadi landasan hukum untuk mengatur penggunaan data secara lebih aman dan bertanggung jawab.

Adapun metode penelitian dalam jurnal ini adalah yuridis normatif. Dimana penelitian yang dilakukan dengan cara  menelusuri  bahan  hukum  melalui  studi  kepustakaan. Penelitian  ini  bersifat  deskriptif analitis yaitu untuk menganalisis data secara sistematis, faktual dan akurat mengenai masalah yang diteliti. Dengan sifat penelitian yang dilakukan adalah sifat penelitian secara deskriptif analisis  yaitu  untuk  memberikan  data  yang  seteliti  mungkin  dilakukan  penelitian  terhadap tingkat kepercayaan masyarakat pada polri. Adapun alat pengumpul data yang digunakan, yakni: Bahan Hukum primer, sekunder dan tersier yang kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif, yaitu dengan menjelaskan, menguraikan, dan menggambarkan permasalahan serta penyelesaiannya yang berkaitan dengan rumusan masalah yang dibuat.

Adapun kesimpulan dan saran dari hasil penelitian ini menyebutkan jika data pribadi harus dilindungi karena terkait dengan privasi, keamanan finansial, keamanan identitas, dan risiko pencurian data. Perlindungan ini telah dijamin oleh Pasal 28G ayat (1) UUD 1945, UU Administrasi Kependudukan, dan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Pengesahan UU No. 27 Tahun 2022 menunjukkan kesadaran pemerintah akan nilai data pribadi di era ekonomi digital, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaku bisnis digital dan investor.

Baca Juga: Jurnal Dosen Ubhara Jaya Kupas Pemanfaatan Teknologi Untuk Cegah Korupsi Yudisial

Penggunaan data pribadi yang melanggar ketentuan, seperti pencatutan oleh peserta pemilu, bertentangan dengan Pasal 65 ayat (1), (2), dan (3) UU PDP. Oleh karena itu, diperlukan lembaga pengawas untuk memastikan keamanan data pribadi di Indonesia.

Perlindungan data harus berbasis kesadaran pengguna, pengaturan kontrol, manajemen risiko, transparansi, dan etika. Layanan internet perlu dirancang dengan mengutamakan prioritas pengguna, termasuk menyediakan mekanisme kontrol yang memungkinkan pengguna menentukan pengungkapan dan penggunaan informasi pribadinya.

Jurnal-jurnal Universitas Bhayangkara Jakarta ini bisa anda akses di laman remsi https://ejurnal.ubharajaya.ac.id/.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Ubhara Jaya Jadi Tuan Rumah Bimtek Identifikasi Jurnal yang Digelar LLDikti Wilayah III Jakarta https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-jadi-tuan-rumah-bimtek-identifikasi-jurnal-yang-digelar-lldikti-wilayah-iii-jakarta/ Thu, 08 Aug 2024 08:15:29 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=11897 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menjadi tuan rumah Bimbingan Teknis (Bimtek) Identifikasi Jurnal yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta di Auditorium Kampus II, Bekasi pada Kamis (8/8/2024). Agenda ini mengusung tema “Bimtek Identifikasi Jurnal Sebagai Syarat Khusus Pengajuan Jabatan Akademik Dosen Masa Peralihan”.

Rektor Ubhara Jaya Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D. D.Crim (HC) dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Ubhara Jaya sebagai lokasi bimtek. Apalagi bimbek ini juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas para dosen di lingkungan LLDikti Wilayah III Jakarta. 

“Kami haturkan selamat datang di auditorium Kampus 2 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Sedangkan Kampus 1 ada di Jalan Harsono, Pasar Minggu untuk Program Pascasarjana. Merupakan suatu kebanggaan bagi Ubhara Jaya untuk menjadi tuan rumah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasi akademik dosen,” ucapnya.

Rektor Ubhara Jaya Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D. D.Crim (HC) saat memberikan sambutan selamat datang kepada para peserta bimtek (Foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Baca Juga: Dukung Pelaporan SPT Pajak Tahunan, LLDikti Wilayah III Jakarta Gandeng Ubhara Jaya Gelar Bimtek dan Arahan untuk Dosen PNS

Hal senada juga disampaikan Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta, Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc. Dia sangat mengapresiasi fasilitas yang diberikan Ubhara Jaya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Rektor yang telah memfasilitasi LLDikti Wilayah III Jakarta memfasilitasi ruangan yang tentunya sangat nyaman untuk bapak ibu sekalian tentunya untuk pelaksanaan kegiatan pada hari ini,” katanya.

Prof Toni menjelaskan jika bimbek ini juga menjadi program prioritas LLDikti. Di akhir sambutannya, Prof Toni juga mengucapkan harapan dan doanya agar Ubhara Jaya dalam waktu dekat meraih predikat Unggul.

“Saya ucapkan terima kasih yang luar biasa ke Pak Rektor yang selalu mensupport kegiatan LLDikti. Bapak ibu sekalian kita doakan bersama untuk Universitas Bhayangkara Jakarta Raya bisa segera mendapatkan status akreditasi Unggul karena sudah memenuhi syarat,” katanya.

Kepala LLDikti Wilayah III, Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc. Prof Toni saat membuka Bimtek secara online (Foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Baca Juga: Belmawa dan Ubhara Jaya Gelar Bimtek Penerimaan Bantuan Akselerasi Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran

Selanjutnya, kegiatan ini digelar dengan 2 sesi dengan menghadirkan empat narasumber. Di sesi 1 agenda dimoderatori Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah III Novianto, ST, MMSI dengan pemateri pertama disampaikan Ketua Kelompok Kerja Sumber Daya Pendidik LLDikti III, Prita Ekasari, ST., MMSI. Adapun materi yang disampaikan yakni soal Pengusulan Jabatan Akademik Masa Peralihan.

Sedangkan pemateri kedua disampaikan Prof. Ir. Teddy Mantoro dari Sampoerna University. Materi yang disampaikan yakni pemilihan dan identifikasi jurnal yang baik sebagai syarat khusus pengusulan jabatan akademik. 

Prof. Ir. Teddy Mantoro dari Sampoerna University (tengah) saat memberikan materi tentang pemilihan dan identifikasi jurnal yang baik sebagai syarat khusus pengusulan jabatan akademik (Foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Untuk sesi 2 dimoderatori Bagian Analisis Kualifikasi dan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan LLDikti Wilayah III Ina Agustiani, SE., MM dengan pembahasan teknis pengusulan jabatan akademik melalui SISTER dan berbagi praktik baik pengusulan jabatan Akademik. Adapun pemateri pertama Tiara Ika Widia Primadani, S.T., M.Ds. dari Binus University dan Ahmad Fauzi Rohman, S.KM dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>