kapolri – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Thu, 22 Aug 2024 07:53:15 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png kapolri – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Sinergitas Polri dan Mahasiswa dalam Gerakan Vaksinasi Nasional di Ubhara Jaya Diapresiasi Kapolri https://ubharajaya.ac.id/sinergitas-polri-dan-mahasiswa-dalam-gerakan-vaksinasi-nasional-di-ubhara-jaya-diapresiasi-oleh-kapolri/ Sat, 31 Jul 2021 05:09:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=7697 Bekasi – Dalam rangka memperingati 30 tahun pengabdian kepada Bangsa dan Negara, Angkatan 91 Batalyon Bhara Daksa, Kepolisian Negara Republik Indonesia bersinergi dengan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan Gerakan Vaksinasi dan Bakti Sosial Presisi.

Vaksinasi tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 31 Juli 2021, dihadiri langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menanggapi hal tersebut, Rektor Ubhara Jaya, Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M. merasa mendapat kehormatan dari pihak Kepolisian, karena telah mempercayakan Ubhara Jaya sebagai tempat vaksinasi tersebut.

“Universitas Bhayangkara Jakarta Raya memperoleh kesempatan yang sangat baik dengan menyediakan tempat bagi pelaksanaan vaksinasi nasional yang ditujukan tidak hanya kepada mahasiswa tetapi juga warga masyarakat yang ada di lingkungan sekitar kampus,” ucap Rektor Ubhara Jaya. Rektor dengan pangkat Inspektur Jenderal itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak BEM yang telah bersedia menjadi bagian dari proses vaksinasi di Ubhara Jaya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si. saat memberikan sambutan pada acara vaksinasi itu, Ia mengapresiasi kegiatan Gerakan vaksinasi Nasional. “Terimakasih kepada adik adik mahasiswa yang siap dan mau menjadi relawan dengan kemampuan yang dimiliki mulai dari jadi admin, screening sampai vaksinator, semua ternyata ikut dalam kegiatan ini. Saya mengapresiasi Rektor yang telah menyiapkan tempat dengan protokol kesehatan yang sangat baik untuk menyelenggarakan kegiatan yang ditunggu oleh seluruh masyarakat saat ini,” kata Listyo Sigit Prabowo.

Pada pelaksanaan vaksinasi itu, Kapolri juga meminta kepada seluruh peserta untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk menahan laju penularan  dan mengurangi resiko terpapar virus COVID-19.

Sebagaimana diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi sejumlah pejabat Mabes Polri diantaranya Asops Kapolri, Kadiv Humas Polri, Kadiv Propam Polri, Waka Bareskrim Polri, Waka Baintelkam Polri, Kakorbinmas Baharkam Polri dan Wakapolda Metro Jaya meninjau langsung kegiatan vaksinasi massal Covid-19 sekaligus pembagian bantuan sosial bagi mahasiswa dan warga ini.

]]>
Hadir Dalam Acara Bedah Buku di Ubhara Jaya, Kapolri Tito Karnavian Kagumi Sosok dan Buku Prof. Awaloedin DJamin https://ubharajaya.ac.id/hadir-dalam-acara-bedah-buku-di-ubhara-jaya-kapolri-tito-karnavian-kagumi-sosok-dan-buku-prof-awaloedin-djamin/ Thu, 31 Jan 2019 04:24:53 +0000 http://ubharajaya.ac.id/?p=1966 Bekasi – Sepertinya Nama Tito Karnavian sebagai Kapolri sudah tidak lagi asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namanya turut melambung seiring dengan meningkatnya respon positif masyarakat dan pemberitaan media akan kinerja Polri belakangan ini. Tak heran, kisah dan prestasi gemilangnya direkam dalam banyak buku, salah satunya Buku dengan tajuk “Dengan Promoter Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. Meningkatkan Kinerja dan Citra Polri” hasil guratan tangan Tokoh Polisi Senior Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA. “Jujur Saya kurang nyaman dengan judulnya. Seolah-olah Saya sudah berhasil mengangkat kinerja dan citra polri. Sementara Saya belum berbuat banyak untuk bangsa dan Polri. Saya sendiri menulis beberapa buku tapi tentang konsep dan pemikiran. Bukan tentang pribadi. Saya tidak ingin populer secara pribadi, ”ungkap Kapolri Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D.

Tito melanjutkan, “Ada beberapa rekan yang menulis buku, bahkan biografi yang mengaitkan nama saya. Namun Saya menolak datang ke acara bedah bukunya. Tapi kali ini Saya bersedia datang karena penulisnya adalah sosok luar biasa yang Saya kagumi atas intelektualitas, integritas, dan semangat dedikasinya pada kemajuan institusi Polri.” Kedatangan yang dimaksud Tito adalah acara peluncuran dan bedah buku yang diselenggarakan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) bersama Yayasan Brata Bhakti (YBB) dan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) di Auditorium Ubhara Jaya Kampus II Bekasi, Kamis (24/1).  Tito hadir sebagai keynote speaker.

Acara bedah buku karya Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA tersebut dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D,  didampingi sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri. Tamu yang hadir antara lain Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti (YBB) Jenderal Polisi (Purn) Drs. Sutanto yang juga mantan Kapolri, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahwil Lutan, SH., MBA., M.M. selaku Sekjen YTKI dan Irjen Polisi (Purn) Drs. S.A. Soepardi, M.M Ketua Pengurus YBB. Mewakili penulis buku, Soenarjanto Indratono, salah satu anggota keluarga penulis membeberkan latar belakang penulisan buku yang berasal dari keberhasilan Polri dalam melaksanakan pengamanan event-event besar di Indonesia seperti Asian games,  Asian Paragames,  IMF World Bank,  dan pengamanan Natal yang berlangsung secara aman dan kondusif.  Berbagai lembaga survei juga mengulas tentang keberhasilan-keberhasilan Polri.

“Buku ini merupakan kumpulan tulisan Prof. Awaloedin untuk mendukung tugas Tito sejak awal menjabat sebagai Kapolri. Selaku Ketua Penasihat Ahli Kapolri, Prof. Awaloedin senantiasa menyumbangkan pemikiran dan masukannya kepada Kapolri untuk menyempurnakan implementasi Program Promoter Polri,” katanya.

Tito sendiri turut berterimakasih dan kagum  kepada penulis atas keberhasilannya dalam menyusun buku yang mengangkat upaya Kapolri dalam mengimplementasikan Program Promoter. “Di awal masa kepemimpinannya sebagai Kapolri, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berada pada posisi ketiga terendah. “Program Promoter telah memberikan hasil positif yang signifikan. Saat ini Polri berada pada posisi ketiga dengan tingkat kepercayaan terbaik. Kami akan terus meningkatkan kinerja agar semakin baik,” tegasnya. Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan bedah buku dengan menghadirkan empat pakar dengan ragam latar belakang yang berbeda. Ada di antaranya Peneliti senior LIPI/Ketua Pusat Kajian Keamanan Nasional Ubhara Jaya Prof. Hermawan Sulistyo, MA, PhD, APU, Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar,MH, mantan Rektor Pertama Ubhara Jaya Prof. Korsparmono Irsan SH, MM, dan Dr. Drs. Winarto, SH, MSi. Bertindak sebagai moderator adalah Ketua Pengurus YBB, Drs. SA Supardi, MM.

Sebelumnya, Rektor Ubhara Inspektur Jenderal Polisi (P) Dr. H. Bambang Karsono Drs., SH, M.M, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolri dan para  undangan.  Rektor berharap, kegiatan ini dapat lebih memberikan inspirasi, motivasi serta inovasi kepada civitas akademika Ubhara jaya terutama bagi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas dalam penulisan buku-buku serta karya ilmiah.

“Semoga para tamu undangan dapat mengenal lebih dekat keberadaan Ubhara Jaya yang didirikan pada tahun 1995 oleh Kapolri waktu itu selaku eks officio sebagai ketua Yayasan Brata Bhakti Polri,”sebutnya kemudian. Rektor juga menjelaskan peluncuran dan bedah buku ini merupakan prakarsa dari Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) dan Yayasan Brata Bhakti (YBB) yang diselenggarakan di Ubhara Jaya.

“Mewakili seluruh  Civitas Akademika Ubhara Jaya, Saya menghaturkan apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Awaludin Djamin, MPA atas dedikasinya selama ini dan terus menjadi inspirator bagi kita semua, bagi Ubhara Jaya“.

Tim Media Ubhara Jaya

]]>
Seminar Internasional, Ubhara Jaya Datangkan Kapolri Bahas Wajah Baru Terorisme di Indonesia https://ubharajaya.ac.id/1901-2/ Tue, 02 Oct 2018 12:03:46 +0000 http://ubharajaya.ac.id/?p=1901 Bekasi – Terorisme menjadi kata yang paling ditakuti semua orang di dunia terutama semenjak serangan WTC pada September 2001 silam. Tujuh belas tahun berlalu, teror masih saja menghantui kehidupan masyarakat, bahkan mengalami metamorfosis dalam bentuk wajah-wajah baru. Ledakan bom bunuh diri di 3 Gereja di Surabaya Mei silam adalah bukti bagaimana motif dan tindakan teorisme di tanah air berubah .

Sebagai bentuk dukungan terhadap sikap pemerintah dalam melawan aksi terorisme, Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menghelat seminar internasional dengan bahasan wajah terorisme kontemporer serta strategi penanggulangannya, Kamis (27/9/2028) di Auditorium Graha Tanoto, Kampus II Bekasi. Kapolri Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A. Ph.D hadir sebagai pembicara kunci dalam seminar yang juga menghadirkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pengamat, aktivis anti terorisme dan akademisi  lintas negara yaitu Singapura dan Filipina dan Australia,.

Mengawali seminar, Rektor Ubhara Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (P) Dr.H.Bambang Karsono, SH., MM mengulas dua petunjuk arah dalam memahami terorisme internasional di era sekarang yakni formalisasi gerakan terorisme dengan kelahiran ISIS dan gerakan  Global Jihad serta transformasi gerakan teror dengan model Lone Wolf  setelah kehancuran ISIS di Irak-Suriah.

“Dengan situasi baru dinamika terorisme saat ini, strategi penanganan kejahatan terorisme harus dinamis mengikuti pengembangan terorisme sendiri”, ungkap Rektor.

Permasalahan keamanan dan sektor pertahanan, kata Rektor, memerlukan partisipasi semua pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi. Maka itu, Ubhara Jaya melalui Puskamnas terus bertekad dalam mengawal bidang keamanan. Bantuknya antara lain dengan menggenjot penelitian dan jurnal ilmiah dalam bidang keamanan, termasuk di antaranya menyelenggarakan  Sekolah Keamanan Nasional untuk umum.

Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A. Ph.D pun mengapresiasi komitmen Puskamnas dan Ubahra Jaya. Senada dengan Rektor, dinamika terorisme kontemporer pasca hancurnya kekuatan ISIS di Irak-Suriah, kata Tito, lahir modus dan motif baru. “ Dengan perubahan situasi tersebut diperlukan strategi yang adaptif dalam menaggulangi kejahatan terorisme.”

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi terorisme, yakni keras (hard approach) dan lembut (soft approach). ”Untuk cara keras, Polri dibantu oleh TNI dan intelijen. Pendekatan hard approach, “kata Tito. Cara ini umumnya dilakukan dengan mendorong aparat penegak hukum dan TNI untuk melaksanakan penegakan hukum secara transparan dan profesional.

“Sedangkan soft approach (lembut) dilaksanakan oleh BNPT salah satunya menangani jaringan atau sistem internet yang digunakan kelompok teroris. “ Untuk program deradikalisasi, lanjut  Tito, akan dilakukan kepada pelaku aksi teror,keluarga dan simpatisan. Sementara untuk program kontra radikalisasi, akan dilakukan kepada masyarakat umum untuk meningkatkan daya tangkal terhadap paham radikal terorisme.

Tito melanjutkan, langkah yang baik untuk membasmi terorisme di Indonesia yakni dengan penegakan hukum yang kuat. “Penegakan hukum (yang) harus dilakukan ada empat syarat, kemampuan deteksi aparat yang kuat, kemampuan pengananan penyelidikan secara ilmiah, aparat memiliki kemampuan menyerang di segala medan, serta adanya undang-undang pemberantasan tindak pidana terorisme yang memadai dalam penegakan hukum  .

Usai Tito, acara diramaikan dengan diskusi yang melibatkan berbagai narasumber ahli yang terbagi jadi dua sesi. Sesi pertama dengan topik Lesson learned Thus Faron Contemporary Counter Terrorism,” diisi oleh pemaparan Profesor Studi Keamanan dari The S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technology University, Singapura, Deputi III Bidang Kerjasama Internasional Badan Nasional Penaggulangan Terorisme  (BNPT), Irjen Pol. Drs. H. Hamidin, dan Resident Legal Advisor, U.S Departement of Justice, Jared C. Kimball.

Sementara sesi kedua dengan topik “Envisioning democratic counter-terrorism practices to come” menghadirkan Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Ubhara Jaya,  Prof. Hermawan Sulistyo, Ph.D., Ahli terorisme dari College of Criminal Justice Education, University of Mindanao, Davao, Philipines Nestor Nabe, Ph.D, dan Ms. Keara Shaw dari Kedutaan Australia. Tepuk tangan meriah peserta seminar menandai berakhirnya seminar yang dihadiri 750 orang dari berbagai lapisan masyarakat, baik mahasiswa, akademisi, aktivis dan pemerhati terorisme. Setelah seminar ini, Prof. Hermawan Sulistyo, Ph.D berjanji untuk terus mengibarkan panji-panji anti terorisme melalui kegiatan-kegiatan yang positif melalui bendera Puskamnas  Ubhara Jaya.

Tim Media Ubhara Jaya

]]>