LPPMP – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Thu, 08 Jan 2026 08:01:33 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png LPPMP – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Mahasiswa Ubhara Jaya Optimistis Ikut Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) usai Workshop Pendampingan Penyusunan Proposal https://ubharajaya.ac.id/mahasiswa-ubhara-jaya-optimistis-ikut-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-usai-workshop-pendampingan-penyusunan-proposal/ Fri, 07 Feb 2025 07:38:02 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14243 Bekasi – Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mengikuti kegiatan workshop Pendampingan Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yang diselenggarakan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) Ubhara Jaya  Jumat (7/2/2025). Kegiatan ini menghadirkan pemateri Reviewer Nasional Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Fauzy banyak memberikan tips terkait struktur penulisan hingga jenis PKM yang bisa diikuti mahasiswa Ubhara. Prof. Fauzy juga membagikan contoh proposal dari tahun-tahun sebelumnya sebagai bahan pembelajaran agar peserta dapat menghindari kesalahan yang serupa. Selain itu, beliau memberikan arahan mengenai cara menyesuaikan proposal dengan skema yang tepat, sehingga tidak sekadar memasukkannya tanpa pertimbangan yang matang.

Sesi ini berfokus pada pembahasan teknis serta detail administrasi proposal PKM. Beliau juga mengingatkan agar mahasiswa teliti dalam penulisan di BAB I. 

“Tolong di BAB I saudara cek itu harus ada luaran apapun bidang PKMnya,” ucapnya.

Baca Juga: Ingin Proposal PKM Lolos Seleksi? Jangan Abaikan Hal Penting Ini

Kegiatan ini membuka kesempatan diskusi bagi mahasiswa yang sudah memiliki proposal untuk diajukan. Terlihat sejumlah mahasiswa berdiskusi tentang bidang PKM yang mereka ajukan.

Sesi diskusi mahasiswa Ubhara Jaya dengan Prof Fauzy (Foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Nazwa mengatakan, workshop ini sangat bermanfaat baginya. Apalagi bagi pemula sepertinya, materi yang disampaikan bisa langsung diaplikasikan.

“Ini sangat penting kak. Saya kan baru mau ikut jadi tahu bagaimana tahap-tahapnya,” katanya.

Baca Juga: Mengenal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang, Dorong Mahasiswa Berinovasi

Hal senada juga disampaikan Rizky Aditya dari Prodi Informatika. Dia yang baru berencana ikut PKM ini pun semakin yakin setelah mendengarkan sejumlah tips dari Prof Fauzy.

“Dengan adanya PKM ini saya jadi semakin optimistis untuk ikut PKM ini,” katanya.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Dosen dan Mahasiswa Ubhara Jaya Fokus Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor saat PKM di Sukabumi https://ubharajaya.ac.id/dosen-dan-mahasiswa-ubhara-jaya-fokus-mitigasi-pemetaan-lokasi-rawan-longsor-saat-pkm-di-sukabumi/ Wed, 30 Oct 2024 07:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13475 Sukabumi – Dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melaksanakan  kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Materi yang disampaikan tentang Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor.

Pelaksanaan PKM itu digelar selama dua hari dari 18-19 September 2024. Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. H. Tri Ginanjar Laksana S.Kom., M.Kom. M.CS, menyatakan bahwa tema “Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor” ini disesuaikan dengan permasalahan mitra di Desa Sekarwangi. Tujuan utamanya adalah untuk menanggulangi dan menurunkan dampak bencana tanah longsor.

Baca Juga: Mengenal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang, Dorong Mahasiswa Berinovasi

PKM ini difokuskan pada perancangan dan memberikan pemahaman mitigasi terhadap penanggulangan bencana alam terutama longsor untuk mengurangi dampak kerusakan yang parah dan menurunkan angka korban jiwa dari bergesernya tanah (longsor) di Desa Sekarwangi. Diketahui jika di desa tersebut pada awal tahun 2024 pernah mengalami longsor.

Dosen dan Mahasiswa Ubhara Jaya Fokus Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor saat PKM di Sukabumi (Foto: Dok Fasilkom Ubhara Jaya)

“PKM ini berfokus pada perancangan dan mitigasi bencana alam berupa tanah longsor yang baru terjadi pada bulan Januari 2024 di RW 11 Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi,” ujar Ginanjar.

Sebelumnya, kegiatan PKM di di Desa Sekarwangi secara resmi dibuka Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPMP) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Prof. Adi Fahrudin, Ph.D. 

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Fokus Kontribusi Renzo Edupark UBJ Cibadak Untuk Masyarakat, Dosen Ubhara Jaya Teliti Kemampuan Numerasi Warga https://ubharajaya.ac.id/fokus-kontribusi-renzo-edupark-ubj-cibadak-untuk-masyarakat-dosen-ubhara-jaya-teliti-kemampuan-numerasi-warga/ Mon, 26 Aug 2024 09:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=12806 Sukabumi – Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melakukan penelitian tingkat kemampuan numerasi di komunitas Renzo Edupark UBJ Cibadak Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana Renzo Edupark dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat setempat. 

Penelitian ini dilakukan oleh Dian Anggraeni Maharbid, S.Pd, M.Pd, Dr. Awiria, S.Pd, M.Pd, dan Dr. Drs Markum, M. Pd. Penelitian ini berjudul “Assesing Basic Numeracy Skills in The Community of Renzo Edupark UBJ Cibadak Sukabumi: A Case Study”

Penelitian ini pun dapat diakses di nomor DOI 10.2991/978-2-38476-206-4_14. Disebutkan penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk menilai keterampilan numerasi dasar dari 37 peserta yang merupakan orang tua siswa di SDN 10 Cibadak, dengan rentang usia 20 hingga 54 tahun.

Strategi Penelitian dan Pengumpulan Data

Studi ini dilakukan dengan memilih area penelitian secara sengaja berdasarkan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana Renzo Edupark dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat setempat.

Langkah awal penelitian dimulai dengan merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas, diikuti dengan pengumpulan dan analisis data melalui uji keterampilan numerasi. Data tersebut kemudian dievaluasi secara kuantitatif dan dilaporkan secara kualitatif menggunakan Ms. Excel dan SPSS.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer

Indikator Penilaian Kemampuan Numerasi

Penelitian ini menggunakan beberapa komponen indikator untuk mengukur kemampuan numerasi, termasuk pemahaman terhadap konsep numerasi, operasi matematika, pemecahan masalah, penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, serta pemahaman data dan statistik. Kategori kemampuan numerasi diukur berdasarkan persentase keberhasilan dalam menjawab soal numerasi, yang dibagi menjadi tiga kategori: tinggi (71-100%), sedang (41-70%), dan rendah (0-40%).

Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa mayoritas responden memiliki kemampuan numerasi yang tergolong rendah. Hal ini tercermin dari rendahnya persentase keberhasilan dalam menjawab pertanyaan numerasi yang diujikan. Lebih dari 90% responden yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga menunjukkan keterbatasan dalam menerapkan prinsip-prinsip dan prosedur matematika dalam situasi kehidupan nyata.

Penelitian ini menyoroti bahwa numerasi tidak hanya sebatas kemampuan matematis, tetapi juga mencakup kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip matematika dalam situasi dunia nyata yang seringkali tidak terstruktur dan melibatkan elemen non-matematis. Kemampuan numerasi yang rendah ini menunjukkan perlunya program pendidikan yang lebih terarah dan inisiatif komunitas yang dapat meningkatkan keterampilan numerasi masyarakat.

Baca Juga: Dosen Ubhara Jaya Teliti Hubungan Antara Religiusitas Dengan Pemaafan Pada Siswa, Ini  Hasilnya

Pentingnya Meningkatkan Literasi Numerasi

Hasil dari penelitian ini menekankan pentingnya literasi numerasi sebagai keterampilan yang tidak hanya terbatas pada perhitungan matematis, tetapi juga dalam memahami dan menerjemahkan informasi kuantitatif dalam berbagai aspek kehidupan. Literasi numerasi yang kuat sangat penting bagi masyarakat untuk menjadi lebih mandiri dalam mengelola keuangan, mengambil keputusan berbasis data, dan berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi dan bisnis.

Kesimpulan

Penelitian ini memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan program pendidikan dan kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan numerasi di komunitas Renzo Edupark UBJ Cibadak Sukabumi. Peningkatan literasi numerasi diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi wilayah tersebut.

]]>
Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer https://ubharajaya.ac.id/penelitian-dosen-ubhara-jaya-soroti-disinformasi-sebagai-ancaman-keamanan-kontemporer/ Wed, 12 Jun 2024 02:44:44 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10553 Bekasi – Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Prasojo, S.Sos, M.Si menyoroti soal disinformasi sebagai ancaman keamanan kontemporer dalam jurnalnya. Penelitian ini dikerjaan dengan tim Muhamad Lukman Arifianto dan Azhar Irfansyah.

Jurnal dengan judul “Disinformation As A Contemporary Security Threat: A Literature Review” ini sudah terpublikasi pada April 2024. Diketahui jika disinformasi telah menjadi ancaman bagi keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Disinformasi adalah strategi untuk mengaburkan informasi dengan menyebarkan informasi yang disengaja untuk salah dan palsu. Apapun tujuan dari disinformasi, masyarakat yang akan menjadi korban. Dengan statusnya sebagai ancaman, dibutuhkan tindakan strategis yang tepat untuk mencegah meluasnya disinformasi. Untuk melawan disinformasi, perlu dikembangkan strategi dengan memberdayakan masyarakat agar dapat menangkal disinformasi ketika terjadi. 

Dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini menunjukkan beberapa kebijakan penguatan masyarakat yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran disinformasi.

Baca Juga: Asesmen Lapangan, Asesor LAMDIK Cek Pembelajaran Praktik Mahasiswa PKO Ubhara Jaya

Disinformasi, yang merujuk pada penyebaran informasi yang sengaja menyesatkan, telah menjadi masalah serius bagi negara demokrasi. Selama pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016, pemerintah Rusia menggunakan strategi ini untuk merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Dengan meningkatnya interaksi masyarakat melalui internet, disinformasi menyebar dengan cepat, memperkeruh proses pengambilan keputusan yang sehat dalam demokrasi.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, mengumpulkan data dari berbagai sumber primer dan sekunder, serta wawancara dengan sumber terpilih. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskripsi mendalam untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kebijakan pemberdayaan masyarakat dalam menangkal disinformasi.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Ungkap Peran Penting Keluarga Dalam Pendidikan Karakter Sejak Dini

Hasil dan Diskusi

Disinformasi berkembang pesat di platform media sosial yang kini menjadi sumber utama berita bagi masyarakat. Konten yang emosional dan sensasional lebih cepat menyebar dibandingkan dengan informasi yang benar. Meskipun platform media sosial berupaya moderasi konten, disinformasi tetap menyebar karena algoritma yang memprioritaskan engagement tinggi.

Kelebihan informasi juga menjadi masalah, seperti yang terlihat selama pandemi Covid-19. Informasi yang bertentangan sering kali menyebabkan kebingungan dan ketidakpercayaan terhadap rekomendasi kesehatan. Oleh karena itu, otoritas kesehatan perlu menyebarkan informasi yang jelas dan dapat dipercaya.

Masyarakat juga dapat berperan dalam mengoreksi disinformasi. Koreksi yang dilakukan oleh pengguna media sosial terbukti efektif mengurangi mispersepsi, terutama jika koreksi tersebut langsung mengikuti disinformasi yang disebar.

Baca Juga: Penelitian Dosen PKO Ubhara Jaya Temukan Dampak Latihan Pliometrik Pada Lompatan Olahraga Voli

Kesimpulan Penelitian

Penelitian ini menegaskan bahwa disinformasi adalah ancaman serius bagi demokrasi. Pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang tepat untuk mengatur internet dan melakukan operasi siber ofensif untuk menargetkan pelaku disinformasi. Di tingkat mikro, individu bertanggung jawab untuk memeriksa dan menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat luas diperlukan untuk memerangi disinformasi secara efektif.

Saran Penelitian

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan individu dalam mengenali dan mengatasi disinformasi. Kerangka literasi informasi yang menempatkan individu sebagai pusat dari upaya pencegahan penyebaran disinformasi perlu dikembangkan dan diimplementasikan.

Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi komprehensif dalam memerangi disinformasi dan mengamankan integritas demokrasi di era digital. Pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi ancaman ini dengan pendekatan yang sistematis dan strategis.

]]>
Penelitian Dosen Ubhara Jaya Ungkap Peran Penting Keluarga Dalam Pendidikan Karakter Sejak Dini https://ubharajaya.ac.id/penelitian-dosen-ubhara-jaya-ungkap-peran-penting-keluarga-dalam-pendidikan-karakter-sejak-dini/ Fri, 31 May 2024 05:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10412 Bekasi – Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Yuarini Wahyu Pertiwi dengan timnya dari kampus lain mengupas tuntas soal Pendidikan Karakter Sejak Dini: Strategi Keluarga dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi efektif menjadi landasan yang memungkinkan keluarga menyampaikan nilai-nilai positif, membahas konsekuensi perilaku tertentu, dan menyelesaikan konflik nilai.

Studi ini menggunakan tinjauan literatur yang relevan dengan konteks penelitian. Contoh perilaku positif yang ditunjukkan oleh orang tua ditemukan sebagai faktor paling berpengaruh, di mana anak cenderung meniru perilaku yang mereka amati dari orang tua mereka. 

Strategi pemberian tanggung jawab dan penghargaan atas usaha juga berkontribusi signifikan terhadap motivasi anak untuk mengadopsi nilai-nilai positif dan menerapkannya dalam kehidupan mereka. Diketahui jika pendidikan karakter adalah fondasi penting dalam pembentukan individu berintegritas yang mampu berkontribusi positif pada masyarakat. 

Proses penanaman nilai karakter tidak dapat ditunda dan harus dimulai sedini mungkin, mengingat usia dini adalah periode emas perkembangan manusia di mana anak paling reseptif dan menyerap nilai-nilai yang diajarkan kepada mereka.

Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter

Keluarga merupakan institusi sosial pertama dan utama yang berperan dalam membentuk dasar kepribadian dan karakter anak. Orang tua dan anggota keluarga lainnya bertindak sebagai teladan langsung bagi anak dalam perilaku sehari-hari. Dalam lingkungan yang terus berubah, keluarga adalah tempat pertama di mana anak dapat belajar tentang nilai-nilai penting melalui interaksi, percakapan, dan observasi.

Baca Juga: Unik! Materi Bisnis Ikan Gabus Jadi Jellboost Bawa Mahasiswa Ubhara Jaya Lolos Semi Final Kompetisi Internasional

Strategi Pengembangan Nilai Positif

– Contoh Perilaku Positif

Orang tua perlu konsisten dalam menunjukkan perilaku positif seperti kejujuran, ketekunan, empati, dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat, sehingga penting bagi orang tua untuk menjadi teladan yang baik.

– Komunikasi Terbuka

Keluarga harus menciptakan lingkungan yang mendukung di mana anak merasa aman dan nyaman untuk mengungkapkan pendapat, perasaan, dan pertanyaan mereka. Percakapan terbuka tentang nilai, etika, dan pengambilan keputusan moral membantu anak memahami kompleksitas masalah moral dan etika.

Baca Juga: 3 Prodi Di Universitas Bhayangkara Raih Akreditasi Unggul, Rekomendasi Untuk Calon Maba

– Pemberian Tanggung Jawab

Memberikan tanggung jawab yang sesuai dengan usia anak, seperti tugas rumah tangga, merawat hewan peliharaan, atau membantu adik, mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kerja keras, dan kontribusi terhadap keluarga dan komunitas. Penghargaan atas usaha dan perilaku baik juga penting untuk memperkuat pembelajaran ini.

– Konsistensi

Mempertahankan konsistensi dalam penerapan nilai dan aturan di keluarga menciptakan struktur dan keamanan yang memungkinkan anak memahami batasan dan konsekuensi dari tindakan mereka.

Dalam penelitian ini disimpulkan jika, strategi keluarga dalam mengembangkan nilai-nilai positif dari usia dini sangat penting dalam membentuk karakter dan fondasi moral anak. Komunikasi efektif, contoh perilaku positif, pemberian tanggung jawab, dan penghargaan atas usaha anak adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan. Melalui komitmen dan usaha yang konsisten, keluarga dapat menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai positif yang akan membimbing anak sepanjang hidup mereka. Dengan menanamkan nilai-nilai positif sejak dini, keluarga dapat meletakkan dasar bagi perkembangan moral dan pribadi yang sehat, membantu anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, empatik, dan etis.

]]>
Sosialisasi Program Kreativitas (PKM) 2024 Dorong Dosen dan Mahasiswa Ubhara Jaya untuk Berkarya Lebih Aktif https://ubharajaya.ac.id/sosialisasi-program-kreativitas-pkm-2024-dorong-dosen-dan-mahasiswa-ubhara-jaya-untuk-berkarya-lebih-aktif/ Tue, 06 Feb 2024 13:42:31 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=7828 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) mengadakan kegiatan “Sosialisasi Program Kreativitas (PKM) 2024 Untuk Dosen Pembimbing dan Mahasiswa” sebagai bentuk komitmen untuk mendorong keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ubhara Jaya menegaskan bahwa dosen memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam kegiatan mengajar, tetapi juga dalam penelitian ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menekankan peran dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan.

Penelitian ilmiah oleh para dosen dianggap sebagai aspek penting yang dapat memberikan pemahaman, teknologi, dan solusi bagi berbagai permasalahan di lingkungan perguruan tinggi dan masyarakat. Keberhasilan Tim Dosen Ubhara Jaya pada Skema RIIM Reguler dan Expedisi tahun 2023 merupakan bukti kontribusi positif dalam hal ini.

Sumber pendanaan yang mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat adalah Hibah Pendanaan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam persiapan menghadapi tahun 2024, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPMP) Ubhara Jaya menginisiasi kegiatan sosialisasi ini untuk memperkenalkan PKM 2024 kepada dosen pembimbing dan mahasiswa.

Pada acara yang berlangsung pada 23 Februari, Dr. Wachyu Hari Haji memberikan pemaparan sebagai pemateri, memberikan wawasan dan informasi terkait PKM 2024. Diharapkan kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan jumlah tim dosen yang berhasil mendapatkan hibah BRIN.

Melalui upaya ini, Ubhara Jaya berharap agar kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Dengan mendorong partisipasi aktif dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian, universitas ini bertekad untuk terus berperan dalam menciptakan inovasi dan solusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

]]>
Tips dan Trik Lolos Hibah Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN Tahun 2024 https://ubharajaya.ac.id/tips-dan-trik-lolos-hibah-pendanaan-riset-dan-inovasi-brin-tahun-2024/ https://ubharajaya.ac.id/tips-dan-trik-lolos-hibah-pendanaan-riset-dan-inovasi-brin-tahun-2024/#comments Tue, 06 Feb 2024 13:40:37 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=7826 Bekasi – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPMP) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema “Tips dan Trik Lolos Hibah Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN Tahun 2024.” Acara yang dilaksanak secara Zoom Meeting diikuti sejumlah dosen yang tertarik untuk mendapatkan panduan terkait pengajuan hibah pendaana riset dan inovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pemateri utama pada acara ini adalah Dr Khaerul Umam Noer, yang memberikan pencerahan mengenai aspek-aspek kunci yang harus diperhatikan dalam menyusun proposal hibah riset dan inovasi. Dia menjelaskan ada empat poin fokus yang disoroti, yaitu kualitas ilmiah, kejelasan rencana riset, kualitas tim riset, dan kelayakan anggaran.

Dalam pengembangan kualitas ilmiah, Dr Khaerul menekankan pentingnya kebaruan dan manfaat riset yang diajukan. Proposal harus menjelaskan dengan jelas objek riset, urgensi, dan justifikasi, termasuk kejelasan implementasi metode yang digunakan. Selain itu, perencanaan riset harus memiliki peta perjalanan yang terinci, meliputi tahapan metode dan mitigasi potensi masalah, serta menggambarkan keterkaitan antara masalah, tahapan, dan luaran yang diharapkan.

Dalam membentuk tim riset, proposal diharapkan memiliki standar kualitas dengan ketua tim minimal berpendidikan doktor. Keberlanjutan proposal juga sangat dipengaruhi oleh kesesuaian dengan keahlian pakar yang terlibat dalam tim, serta struktur organisasi tim dan kerjasama dengan institusi lain.

Adapun dalam menyusun anggaran, Dr Khaerul menyoroti beberapa hal krusial, termasuk penyesuaian dengan Peraturan Menteri Keuangan terbaru, pembuatan post anggaran yang memiliki justifikasi yang jelas, dan menghindari double spending. Pemateri juga menekankan pentingnya memperhatikan satuan pengukuran, yaitu OJ (Objek Belanja Jasa), OH (Objek Belanja Hibah), dan OK (Objek Belanja Kegiatan).

Selama sesi tanya jawab, narasumber memberikan catatan khusus, yaitu proposal harus merujuk pada PMK 49/23 sebagai acuan budget maksimal, tidak diperkenankan adanya double spending, dan pembuktian setiap pembelian harus dapat disajikan.

Acara sosialisasi ini diharapkan dapat membantu para dosen untuk mempersiapkan proposal hibah riset dan inovasi yang berkualitas dan dapat bersaing dalam penilaian BRIN tahun 2024.

]]>
https://ubharajaya.ac.id/tips-dan-trik-lolos-hibah-pendanaan-riset-dan-inovasi-brin-tahun-2024/feed/ 4
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Menjadi Tuan Rumah Gebyar Tri Dharma Perguruan Tinggi Keluarga Besar Polri 2023 https://ubharajaya.ac.id/universitas-bhayangkara-jakarta-raya-menjadi-tuan-rumah-gebyar-tri-dharma-perguruan-tinggi-keluarga-besar-polri-2023/ Tue, 10 Oct 2023 06:43:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=7830 Jakarta – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menjadi pusat kegiatan Gebyar Tri Dharma Perguruan Tinggi Keluarga Besar Polri 2023, sebuah acara yang melibatkan tiga perguruan tinggi swasta di bawah naungan Yayasan Kepolisian Republik Indonesia. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 9-13 Oktober 2023, dengan partisipasi Universitas Bhayangkara Surabaya (UBS) dan Universitas Langlang Buana (UNLA) Bandung.

Gebyar Tri Dharma Perguruan Tinggi ini merupakan hasil dari kerjasama antara Ubhara Jaya, UBS, dan UNLA yang telah dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 12 Juni 2023. Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs Bambang Karsono, S.H, M.M., menyampaikan bahwa acara ini merupakan kesempatan langka bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi inspiratif, mendapatkan wawasan baru, dan merasakan semangat kolaborasi multidisiplin.

Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs Bambang Karsono, S.H, M.M

Pada pembukaan acara, Prof Bambang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi keluarga besar Polri sebagai role model dan agent of change dalam upaya pemberdayaan masyarakat. “Tugas dosen bersama mahasiswa tidak hanya terlibat dalam masalah akademik belajar mengajar, tetapi juga harus melakukan dharma yang lain yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat termasuk publikasi dalam berbagai buku dan jurnal ilmiah,” ungkapnya.

Prof Bambang menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran penting sebagai agen dalam usaha pemberdayaan masyarakat, dan dosen serta mahasiswa merupakan sumber daya yang akan mewarnai dan menentukan arah perjalanan bangsa.

“Dosen bukan hanya sebuah profesi yang berkaitan dengan kegiatan mengajar saja, tetapi dosen memiliki kewajiban dalam menggali, mengembangkan, mendiseminasikan, dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Gebyar Tri Dharma Perguruan Tinggi Keluarga Besar Polri 2023 tidak hanya menjadi forum diskusi dan kolaborasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak perubahan dan penyebaran ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Ubhara Jaya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban masyarakat modern melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

]]>
Ubhara Jaya Terima Sertifikat Hak Cipta untuk Sistem Informasi Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-terima-sertifikat-hak-cipta-untuk-sistem-informasi-lembaga-penelitian-pengabdian-masyarakat-dan-publikasi-lppmp/ Thu, 16 Dec 2021 08:51:36 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=2692 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menerima sertifikat Hak Cipta untuk Sistem Informasi pada Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan LPPMP Ubhara Jaya. Penyerahan sertifikat diberikan langsung oleh Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, Kementerian Hukum dan HAM kepada Rektor Ubhara Jaya di Auditorium Kampus 2, Grha Tanoto, Rabu Sore (15/12/2021).

Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M. mengatakan, “Ini menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi Ubhara Jaya, karena per-1 Desember 2021 lalu, Kami memperoleh sertifikat Hak Cipta untuk program komputer yang didesain oleh personil, programmer dari Direktorat Pengembangan Informasi dan Teknologi yang memiliki kekhasan dan spesifikasi, sehingga menerima sertifikat Hak Cipta yang berlaku selama 50 tahun,” ucap Rektor mengawali sambutannya.

Rektor menyebutkan, dengan sekitar 355 Dosen tetap yang dimiliki Ubhara Jaya saat ini, sebelumnya hak cipta diperoleh para dosen dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat. Kali ini Hak Cipta yang diperoleh berasal dari sistem informasi yang dikembangkan pada hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dikelola pada Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi yang dimiliki Ubhara Jaya.

Penyerahan sertifikat Hak Cipta kepada Ubhara Jaya dilakukan oleh Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, Dr. Syarifudin S.T., M.H. mengawali sambutannya, Ia mengatakan, “Yang terpenting dari adanya Hak Cipta ini adalah bagaimana kita bisa melahirkan karya-karya baru yang berguna masyarakat. Hak Cipta ini merupakan pengakuan atas kemampuan anak bangsa dalam menciptakan karya baru yang orisinal yang dapat memajukan perekonomian bangsa Indonesia,” ucapnya.

Dr. Syarifudin S.T., M.H. menyebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah menetapkan tahun depan sebagai Tahun Hak Cipta, “Kami mohon dukungannya agar lebih banyak dapat memberikan kemudahan dalam pemberian hak cipta melalui aplikasi cepat untuk permohonan pengajuan hak cipta, persetujuan otomatis dan penuruan biaya pendaftaran untuk memperoleh Hak Cipta,” papar Syarifudin seraya mendorong lebih banyak lagi pendaftaran hak cipta dari lingkungan akademik. “Para lulusan perguruan tinggi perlu mendaftarkan penulisan ilmiah yang telah dilakukan untuk menghindari adanya tindakan plagiarisme,” imbuhnya lagi.

Saya ucapkan selamat atas penghargaan Hak Cipta yang telah diraih Ubhara Jaya untuk lebih dapat menerapkan pengaruh luas kalangan intelektual dalam masyarakat, khususnya melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat,” ucapnya.

Tim Media dan Publikasi                                 

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya    

]]>