LSP – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Fri, 23 Aug 2024 07:25:02 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png LSP – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 LSP Ubhara Jaya Tingkatkan Jumlah Skema dan Asesor Kompetensi dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia Menuju Universitas Unggul https://ubharajaya.ac.id/lsp-ubhara-jaya-tingkatkan-jumlah-skema-dan-asesor-kompetensi-dalam-rangka-pengembangan-sumber-daya-manusia-menuju-universitas-unggul/ Thu, 28 Jan 2021 04:46:35 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=2507 Bekasi -Prestasi kembali diukir oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP P-1) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) yang sukses menambah 18 skema baru juga jumlah asesor kompetensinya. Dengan demikian, saat ini sudah 28 Skema dan 67 Asesor Kompetensi yang dimiliki LSP P-1 Ubhara Jaya. Hal ini disampaikan dalam Laporan Kinerja LSP-P1 Ubhara Jaya tahun 2020 dan Rencana Kerja tahun 2021 yang disampaikan oleh Ketua LSP-P1 Ubhara Jaya, Drs. Sugiyanto., MBA., Ph.D dalam acara Penyerahan SK Verifikasi Skema Profesi dan Asesor Kompetensi yang dihadiri langsung oleh Ketua BNSP, Kunjung Masehat, SH, MM., dan Ketua Dewan Pengarah LSP P-1 Ubhara Jaya, yang juga Rektor Ubhara Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, SH., M.M, di Auditorium Ubhara Jaya, Grha Tanoto, Rabu Pagi (27/01/2021).

“Asesor yang berasal dari dosen di Ubhara Jaya, nantinya akan mendukung ujian kompetensi bagi lulusan Ubhara Jaya. Sertifikat kompetensi yang diberikan kepada alumni akan menjadi bukti kompetensi dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah atau SKPI, yang dapat memperkuat keyakinan diri para alumni untuk masuk ke dunia usaha dan Industri,” papar Sugiyanto selaku Ketua LSP-P1 Ubhara Jaya mengawali laporannya.

LSP P-1 Ubhara Jaya adalah lembaga sertifikasi profesi tingkat perguruan tinggi yang sudah memperoleh lisensi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan mengeluarkan sertifikat kompetensi bagi para lulusan Ubhara Jaya. Keberadaan Sertifikat kompetensi menjadi bukti kompetensi seseorang dalam melakukan pekerjaan tertentu yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, berbasis pada standar kompetensi yang telah disepakati dan ditetapkan. Dengan bekal tersebut, kendudukan alumni akan punya poin yang lebih demi memasuki dunia kerja dan usaha.

Rektor Ubhara Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (Purn), Dr. Bambang Karsono, SH., M.M mengatakan, “Sejak 25 Februari 2019 LSP Ubhara Jaya sudah melaksanakan 10 skema awal dengan 22 asesor. Saat ini LSP P1 kita terus melesat menjadi 28 skema dan 67 asesor. Ini adalah sebuah proses tak henti, yang menjadi bagian upaya kita mewujudkan Ubhara Jaya sebagai perguruan tinggi unggul.”

Rektor menjelaskan 28 skema yang sudah dimiliki oleh LSP Ubhara Jaya  saat ini, terdiri dari 10 Skema yang sudah dijalankan sejak awal berdirinya LSP Ubhara Jaya di tahun 2019, yang meliputi: Tenaga Pemasar Operasional Pemasaran, Teknisi  Akuntansi  Ahli, Manajer Sumber Daya Manusia, Petugas Penanganan Bahaya Gas H2s, Pemrograman Basis Data, Network Administrator Madya, Ahli K3 Muda, Ahli K3 Madya, Ahli Fluida Pengeboran Migas dan Bumi, dan Humas Junior. 

Sementara 18 skema baru di tahun 2020 yang sudah ditetapkan oleh BNSP meliputi skema Human Resources Planning Staff, Training and Development Staff, Human Resources Supervisor, Human Resources Admin Specialist, Analis Muda Hubungan Industrial, Public Relation Officer, Analis Madya Hubungan Industrial, Analis Utama Hubungan Industrial, Manajer Proyek TIK (ICT Project Manager), Junior Web Developer, Pengendalian Kualitas Sistem Manufaktur, Asisten Produser Televisi, Desainer Grafis, Fotografer Madya, Teknisi Perpajakan Pajak Penghasilan 21, Kewirausahaan Industri, Pemandu Acara dan Cyber Security Analyst. 

“LSP P-1 Ubhara Jaya sampai saat ini telah berhasil melaksanakan program sertifikasi dengan capaian jumlah peserta uji 1, 589 dan dinyatakan kompeten sebanyak 1,151 alumni. Hal ini sejalan dengan Visi Universitas untuk menjadi universitas unggulan di tingkat nasional yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing, juga sebagai wujud dukungan terhadap program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang saat ini menjadi kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Kita ingin lulusan kita nantinya dapat memenuhi kebutuhan industri, lapangan kerja dan kebutuhan masyarakat dengan sertifikat kompetensi yang dimilikinya,” tegas Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Dalam arahannya, Ketua BNSP, Kunjung Masehat. S.H., M.M, mengatakan dengan melihat kondisi dunia kerja saat ini, kebijakan yang dilakukan oleh BNSP ini adalah dengan melakukan pendekatan “Demand Driven”. “Kebijakan ini dilakukan dengan melihat kondisi ketenagakerjaan kita saat ini, masih ada skill mismatch antara kebutuhan industri dengan keahlian yang dimiliki oleh tenaga kerja. Ini terjadi karena perhatian kita terhadap kebutuhan industri belum dilakukan dengan baik. Kalau kita bicara kondisi ketenagakerjaan sejak industri 4.0 diterapkan, banyak pekerjaan yang hilang, tapi banyak juga pekerjaan yang tumbuh. Oleh karena itu, saat ini sangat penting bagi kita melakukan pendekatan terhadap kebutuhan industri dan dunia kerja. Apakah kurikulum kita match dengan kebutuhan industri,” jelas Ketua BNSP.

Ke depan menurutnya dengan pendekatan baru ini, maka akan menjawab apa yang dibutuhkan oleh dunia industri atau lapangan kerja terkait dengan kompetensi tenaga kerja. Bagaimana perkembangan industri bisa diisi oleh lulusan perguruan tinggi,

Acara ditutup dengan penyerahan SK Verifikasi 18 Skema Baru dari Ketua BNSP kepada Ketua Dewan Pengarah LSP P-1, dan diserahkan ke Ketua LSP UBJ, lalu Penyerahan Sertifikat Asesor Kompetensi kepada 18 Asesor yang mewakili 43 Asesor Baru dari Ketua BNSP melalui Ketua Dewan Pengarah LSP P-1 UBJ, serta Pemberian Kemeja Asesor kepada Asesor LSP UBJ oleh Ketua Dewan Pengarah LSP P-1 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Tim Media dan Publikasi

]]>
Ubhara Jaya Menggelar Acara Penyerahan Lisensi LSP-P1 oleh Ketua BNSP https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-menggelar-acara-penyerahan-lisensi-lsp-p1-oleh-ketua-bnsp/ Tue, 30 Apr 2019 12:37:40 +0000 http://ubharajaya.ac.id/?p=1995 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menggelar acara Penyerahan Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi di Lingkungan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, yang dihadiri Ketua BNSP  Bapak Kunjung Masehat, S.H., M.M. Acara Juga dihadiri mantan Kapolri yang juga menjabat sebagai  Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti, Bapak Jenderal Polisi (P) Dr. Drs. Chaerudin Ismail, S.H., M.H,  Ketua Pengurus Yayasan Brata Bhakti, Bapak Irjen Pol (P) Dr. Drs. E Winarto H, S.H., M.Si Beserta Jajaran Pengurus dan  Kepala LL Dikti Wilayah III Yang Diwakili Oleh Kabag Umum LLDikti Wilayah III Ibu Yulianti, SE. Acara ini diselenggarakan di Kampus II Ubhara Jaya, Bekasi (24/4) dan  dihadiri oleh mahasiswa serta dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Dalam Sambutannya, Rektor Ubhara Jaya Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H, M.M menjelaskan, berdasarkan amanat undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dan peraturan pemerintah nomor 10 tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Universitas Bhayangkara Jakarta Raya telah mendirikan lembaga sertifikasi profesi, LSP P-1 yang sudah ditetapkan oleh lembaga otoritas sertifikasi kompetensi di indonesia yaitu badan nasional sertifikasi profesi atau bnsp. Untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan sektor industri universitas bhayangkara jakarta raya akan terus membangun kerjasama untuk program pemagangan maupun pendidikan dan pelatihan keahlian teknis sehingga program link and match dapat diwujudkan. Dengan demikian Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menjadi mitra strategis bagi sektor industri.

Saat ini perkembangan sosial secara nasional bahkan internasional, di bidang akademi mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, seiring lahirnya generasi muda yang memasuki dunia perguruan tinggi, sehingga terdapat pertumbuhan jumlah mahasiswa yang cukup besar. Disamping itu pertumbuhan kebutuhan SDM manusia juga terjadi pergeseran perilaku yang menuntut SDM yang profesional dibidangnya.

Dengan hal itu, UBJ akan terus mengupayakan peningkatan mutu akademisi dan mutu lulusan sehingga mendekati kebutuhan pasar kerja, yang menghendaki adanya penguasaan di bidang tertentu. Dengan demikian LSP yang disetujui BNSP, akan menjadikan UBH sebagai lembaga yang diperhitungkan khalayak untuk menguji kompetensi seseorang.

Lembaga Sertifikasi Profesi di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) atas persetujuan BNSP, diberikan kewenangan rangka uji kompetensi profesi bidang Tenaga Operasional Pemasaran, Teknisi Akuntansi Ahli, Manajer Sumber Daya Manusia, Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S, Pemrogram Basis Data, Network Administrator Madya, Ahli Muda Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Ahli Masya Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Ahli Pengeboran Sumur Migas dan Panas Bumi serta Humas Junior.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ubhara Jaya dengan Universitas Satyagama, Universitas Paramadina, STIE (IPWIJA) dan ASPHRI dan juga Penandatanganan Nota kesepakatan (MoA) antara Fakultas Ekonomi, Fakultas teknik Ubhara Jaya dengan Fakultas Ekonomi Universitas Satya Negara Indonesia, STIE Indonesia dan PT Framas Indonesia, di Auditorium Ubhara Jaya Kampus II Bekasi.

]]>
Tingkatkan Kualitas Mahasiswa dan Lulusan, Ubhara Jaya Siapkan LSP https://ubharajaya.ac.id/tingkatkan-kualitas-mahasiswa-dan-lulusan-ubhara-jaya-siapkan-lsp/ Wed, 25 Apr 2018 05:10:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=7700 Bekasi – Sebagai salah satu institusi pendidikan nasional, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) memiliki ambisi dan komitmen tinggi untuk mencetak lulusan yang unggul, tidak hanya dalam bidang pengetahuan teoritis, namun juga memiliki ketrampilan dan sikap yang baik. Hal ini mutlak menjadi perhatian perguruan tinggi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti saat ini termasuk bagi para mahasiswa yang nantinya akan bersaing dengan banyak Sumber Daya Manusia dari negara lain.

Hal ini yang menjadi dasar Ubhara Jaya menyelenggarakan Sosialisasi Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi yang menghadirkan Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sugiyanto,M.BA,P.hd, M.Asr,L.Asr pada Rabu, 25 April 2018 yang diikuti oleh seluruh jajaran pejabat internal Ubhara Jaya.

Rektor Ubhara Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (P) Dr (c) Drs.H.Bambang Karsono,SH.,MM mengungkapkan alasan terselenggaranya acara sosialisasi LSP yang diadakan di Ruang Wilmar 03 Kampus II Bekasi ini,”Ini merupakan langkah akselerasi Ubhara Jaya untuk mewujudkan ambisi besar menjadi Kampus Unggulan di tahun 2020 melalui pencetakan lulusan yang unggul dan daya saing tinggi.”

Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) merupakan upaya mempersiapkan lulusan di dunia kerja. Sumber daya yang kompeten tidak cukup dibekasi dengan Ijazah pendidikan formal, namun harus ditambah dengan sertifikat kompetensi yang diakui oleh Negara, yang dalam hal ini sertifikasi profesi dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi yang telah mendapatkan lisensi pengakuan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal tersebut juga berlaku pula bagi mahasiswa maupun dosen. “Untuk itu Kita hadirkan BNSP untuk memberikan sosialisasi pentingnya sertifikasi dan pendirian LSP,”jelas Rektor.

Narasumber Sugiyanto,M.BA,P.hd, M.Asr,L.Asr menyuguhkan fakta lain pentingnya sertifikasi dan pembentukan LSP. “Kerap terdengar tidak adanya link and mach antara Perguruan Tinggi dengan industri. Salah satunya karena putusnya komunikasi. Nah, LSP ini akan menjadi penyambung buntunya komunikasi tersebut.”

Diskusi berlangsung hangat. Sejumlah peserta melontarkan pertanyaan yang beragam mengenai pengembangan kompetensi, persyaratan pembentukan LSP dan hal-hal yang terkait dengan sertifikasi dan uji kompetensi.

Narasumber pun mengungkapkan apresiasinya. “Semangat untuk membentuk Lembaga Sertifikasi di Ubhara jaya begitu tinggi. Diharapkan, Ubhara Jaya ke depannya membentuk LSP secara mandiri sebagai respon mendesaknya kebutuhan sertifikasi bagi para calon tenaga kerja. Termasuk, lulusan Ubhara Jaya yang akan memasuki industri atau dunia kerja secara profesional.”Dengan adanya sertifikasi profesi ini, semua lulusan Ubhara Jaya bisa siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” tutupnya kepada peserta.

]]>