ujian tengah semester – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Tue, 04 Nov 2025 03:23:36 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png ujian tengah semester – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Cegah Stres, Raih Prestasi: Cara Efektif Mahasiswa Ubhara Jaya untuk Hadapi UTS dengan Tenang https://ubharajaya.ac.id/cegah-stres-raih-prestasi-cara-efektif-mahasiswa-ubhara-jaya-untuk-hadapi-uts-dengan-tenang/ Tue, 04 Nov 2025 03:23:35 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16758 Bekasi – Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) saat ini tengah mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. UTS Ubhara Jaya digelar hingga Sabtu (15/10/2025).

Ujian Tengah Semester (UTS) kerap menjadi momen yang menegangkan bagi banyak mahasiswa. Tidak jarang, rasa cemas muncul terutama pada mereka yang terbiasa menggunakan metode belajar sistem kebut semalam (SKS). Pola belajar seperti ini memang terlihat praktis, namun justru sering menimbulkan tekanan berlebih dan membuat otak sulit menyerap materi secara optimal.

Baca Juga: Jelang UTS Semester Ganjil TA 2025/2026, Mahasiswa Ubhara Jaya Diharapkan Mempersiapkan Hal Ini

Oleh karena itu, mahasiswa Ubhara Jaya disarankan untuk mulai menerapkan pola belajar yang lebih teratur dan terencana sejak jauh hari. Dengan begitu, mereka tidak hanya dapat memahami materi secara mendalam, tetapi juga dapat mengurangi tingkat stres menjelang ujian. Psikolog Klinis sekaligus dosen Fakultas Psikologi Ubhara Jaya, Candra Merida, M.Psi., menuturkan bahwa begadang bukan cara yang baik untuk menghadapi UTS.

“Begadang dan kurang tidur mengakibatkan fisik lelah, membuat daya tahan tubuh menurun. Mahasiswa yang begadang bisa mengantuk saat ujian dan akhirnya tidak optimal dalam mengerjakan soal,” tutur Ibu Candra.

Lebih lanjut, tekanan mental akibat begadang juga sangat mungkin muncul, terutama ketika mahasiswa merasa waktu tidak cukup untuk menguasai seluruh materi. Rasa panik dan cemas pun meningkat, membuat mereka kehilangan fokus.

Selain berdampak pada kondisi fisik, tekanan mental akibat kebiasaan begadang menjelang ujian juga sangat mungkin terjadi. Hal ini biasanya muncul ketika mahasiswa merasa waktu yang tersisa tidak cukup untuk mempelajari dan menguasai seluruh materi yang akan diujikan. Perasaan terburu-buru dan tidak siap ini seringkali memicu rasa panik serta kecemasan yang berlebihan. Akibatnya, mahasiswa menjadi sulit berkonsentrasi dan kehilangan fokus saat belajar, bahkan bisa berpengaruh terhadap performa mereka ketika menghadapi ujian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa manajemen waktu dan pola belajar yang terencana jauh lebih efektif untuk menjaga kestabilan mental sekaligus meningkatkan hasil belajar.

“Ketika buru-buru, fokus bergeser dari memahami materi menjadi sekadar menyelesaikan tugas,” ujar Ibu Candra.

Ibu Candra menyarankan agar mahasiswa mulai mempersiapkan diri sejak jauh hari agar tidak memaksakan diri untuk begadang menjelang ujian. Dengan perencanaan belajar yang matang, mahasiswa tidak hanya dapat menjaga ketenangan mental, tetapi juga terhindar dari perilaku negatif seperti menyontek akibat rasa panik dan kurangnya persiapan.

Beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat, termasuk menerapkan pola tidur yang teratur, membagi waktu belajar dengan efektif, serta menjaga kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Dengan langkah-langkah tersebut, mahasiswa Ubhara Jaya dapat menghadapi UTS dengan lebih siap, fokus, dan optimal tanpa harus mengorbankan kondisi tubuh maupun pikiran.

Fakta menarik terkait kebiasaan belajar dengan mengorbankan waktu tidur ini telah dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh University of California, Los Angeles (UCLA). Hasil penelitian tersebut, yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development, menunjukkan bahwa mengurangi waktu tidur demi belajar secara intens justru berdampak negatif terhadap fungsi kerja otak.

Baca Juga: Ubhara Jaya Hadiri Jong Indonesia Festival 2025: Wujud Semangat Sumpah Pemuda untuk Generasi Muda Berdaya

Alih-alih meningkatkan kemampuan akademik, praktik tersebut justru menurunkan daya ingat, memperlemah konsentrasi, dan menghambat kemampuan berpikir logis. Dalam jangka panjang, kurang tidur akibat tekanan belajar juga dapat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan, termasuk meningkatnya risiko stres, kelelahan, serta gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara waktu istirahat dan belajar agar performa akademik dapat tetap optimal.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas Ubhara Jaya: +62 878-4162-4810

]]>
Bahaya Begadang saat UTS: Antara Kelelahan Fisik dan Turunnya Daya Ingat https://ubharajaya.ac.id/bahaya-begadang-saat-uts-antara-kelelahan-fisik-dan-turunnya-daya-ingat/ Wed, 30 Apr 2025 05:22:06 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15341 Bekasi – Ujian Tengah Semester (UTS) menjadi salah satu poin penting bagi mahasiswa. Namun, tak jarang mahasiswa memilih begadang untuk belajar materi yang belum sempat dipelajari.

Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) disarankan untuk menghindari kebiasaan begadang agar dapat menghadapi ujian dengan kondisi prima. Psikolog Klinis sekaligus dosen Ubhara Jaya, Candra Merida, M.Psi., mengingatkan bahwa begadang bukan strategi yang tepat untuk menghadapi UTS.

“Begadang dan kurang tidur mengakibatkan fisik lelah, membuat daya tahan tubuh menurun. Mahasiswa yang begadang bisa mengantuk saat ujian dan akhirnya tidak optimal dalam mengerjakan soal,” jelasnya.

Baca Juga: Benarkah Pola Makan dan Tingkat Konsentrasi Belajar Memiliki Hubungan? Ini Hasil Studi Kasus Mahasiswa Ubhara Jaya

Lebih dari itu, tekanan mental akibat begadang juga sangat mungkin muncul, terutama ketika mahasiswa merasa waktu tidak cukup untuk menguasai seluruh materi. Rasa panik dan cemas pun meningkat, membuat mereka kehilangan fokus.

“Ketika buru-buru, fokus bergeser dari memahami materi menjadi sekadar menyelesaikan tugas,” tambah Candra.

Alih-alih begadang, Candra menyarankan mahasiswa untuk mulai belajar sejak jauh-jauh hari. Persiapan yang matang tidak hanya membantu menjaga ketenangan mental, tetapi juga mencegah munculnya tindakan yang tidak diinginkan, seperti menyontek karena panik.

Baca Juga: Fakultas Hukum Ubhara Jaya Kunjungi Mahkamah Agung, Belajar Sistem Peradilan Secara Langsung

Menjaga pola tidur yang sehat, mengatur waktu belajar, dan merawat tubuh secara menyeluruh menjadi kunci utama agar mahasiswa dapat menghadapi UTS dengan maksimal, tanpa harus mengorbankan kesehatan.

Hal ini bahkan sudah pernah diteliti oleh University of California, Los Angeles, yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development, menyatakan bahwa mengurangi waktu tidur demi belajar intensif justru menurunkan kinerja otak. Dampaknya bisa merembet ke penurunan fungsi memori, kesulitan berkonsentrasi, hingga gangguan kesehatan secara menyeluruh.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Strategi Kelola Stress Saat UTS: Hindari Belajar Sistem Kebut Semalam dan Jaga Kesehatan Mental https://ubharajaya.ac.id/strategi-kelola-stress-saat-uts-hindari-belajar-sistem-kebut-semalam-dan-jaga-kesehatan-mental/ Wed, 13 Nov 2024 05:40:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13577 Bekasi – Ujian Tengah Semester (UTS) seringkali memicu kecemasan pada mahasiswa, terutama mereka yang memilih metode belajar sistem kebut semalam (SKS). Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) lebih baik menghindar metode belajar SKS agar terhindar dari stres.

Penelitian dari University of California, Los Angeles, yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development, menemukan bahwa mengurangi waktu tidur demi belajar intensif akan menurunkan kinerja otak. Kekurangan tidur berdampak buruk pada memori, kemampuan konsentrasi, dan kesehatan secara keseluruhan.

Psikolog Klinis sekaligus dosen Ubhara Jaya, Candra Merida, M.Psi., menjelaskan bahwa belajar SKS sebenarnya bukan strategi yang efektif. 

Baca Juga: Selain Administrasi, Ini yang Perlu Disiapkan Mahasiswa Jelang Ujian Tengah Semester

“Begadang dan kurang tidur mengakibatkan fisik lelah, membuat daya tahan tubuh menurun. Mahasiswa yang begadang bisa mengantuk saat ujian dan akhirnya tidak optimal dalam mengerjakan soal,” jelasnya.

Stres menjadi dampak serius lainnya dari sistem belajar ini. Ketika waktu terasa semakin mendesak, kecemasan meningkat karena merasa belum cukup menguasai materi. 

“Ketika buru-buru, fokus bergeser dari memahami materi menjadi sekadar menyelesaikan tugas,” tambah Candra.

Baca Juga: Pengumuman Tata Tertib Pelaksanaan Ujian Tengah Semester Ganjil TA. 2024/2024

Untuk mengelola stres selama UTS, Candra menyarankan mahasiswa agar menghindari SKS. Sebaiknya, mulai persiapan sejak awal, memahami materi sedikit demi sedikit sebelum ujian dimulai. Ini membantu menjaga ketenangan, mengurangi kecemasan, dan mencegah perilaku seperti menyontek yang muncul akibat panik.

Mengelola stres saat UTS bukan hanya soal belajar lebih awal tetapi juga merawat diri secara fisik dan mental agar siap menghadapi ujian dengan lebih tenang dan percaya diri.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta

]]>
Selain Administrasi, Ini yang Perlu Disiapkan Mahasiswa Jelang Ujian Tengah Semester https://ubharajaya.ac.id/selain-administrasi-ini-yang-perlu-disiapkan-mahasiswa-jelang-ujian-tengah-semester/ Thu, 07 Nov 2024 09:15:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13522 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) sesuai kalender akademik akan menggelar Ujian Tengah Semester (UTS) pada 11 November sampai 23 November. Buat mahasiswa sebaiknya memerlukan persiapan matang agar mendapatkan hasil terbaik.

Berikut beberapa hal perlu disiapkan jelang ujian tengah semester;

1. Menyusun Rencana Belajar

Buat jadwal belajar yang terstruktur dengan membagi waktu secara adil untuk setiap mata kuliah. Fokuskan pada materi yang memiliki bobot besar atau yang dirasa lebih sulit.

2. Mereview Materi Perkuliahan

Telusuri kembali catatan kuliah, buku teks, dan bahan bacaan yang diberikan dosen. Cobalah untuk memahami konsep utama dan bukan hanya menghafal.

3. Menyelesaikan Latihan Soal

Latihan soal dari semester sebelumnya atau latihan yang diberikan dosen sangat bermanfaat untuk memahami pola soal dan mengukur pemahaman terhadap materi.

4. Mencari Kelompok Belajar

Berdiskusi dengan teman dapat membantu memahami materi lebih baik. Saling bertukar pengetahuan dan mengajukan pertanyaan akan memperkuat pemahaman.

Baca Juga: Pengumuman Tata Tertib Pelaksanaan Ujian Tengah Semester Ganjil TA. 2024/2024

5. Mengatur Waktu Istirahat

Jangan lupa untuk istirahat yang cukup. Pola tidur yang baik akan membuat tubuh dan otak lebih segar, sehingga siap menyerap materi lebih baik.

6. Mengelola Stres

UTS bisa menjadi momen yang penuh tekanan. Kelola stres dengan berolahraga ringan, meditasi, atau melakukan kegiatan yang menyenangkan untuk menjaga pikiran tetap rileks.

7. Menggunakan Teknik Belajar yang Efektif

Coba teknik belajar seperti mind mapping, flashcards, atau SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) untuk membantu mengingat materi lebih mudah dan terstruktur.

Baca Juga: Hobi Belajar Sistem Kebut Semalam (SKS) Saat Ujian? Ini Dampak Buruknya

8. Menanyakan Hal yang Kurang Dipahami ke Dosen atau Asisten Dosen

Jangan ragu untuk bertanya jika ada konsep yang masih belum jelas. Dosen dan asisten dosen siap membantu menjawab pertanyaan terkait materi.

9. Mempersiapkan Perlengkapan Ujian

Pastikan segala keperluan seperti alat tulis, kalkulator, atau kartu ujian telah disiapkan. Hindari persiapan mendadak di hari ujian agar dapat fokus sepenuhnya.

Itulah beberapa hal perlu disiapkan jelang ujian tengah semester. Mahasiswa Ubhara Jaya bisa mulai mempersiapkan dari sekarang.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Pengumuman Tata Tertib Pelaksanaan Ujian Tengah Semester Ganjil TA. 2024/2024 https://ubharajaya.ac.id/pengumuman-tata-tertib-pelaksanaan-ujian-tengah-semester-ganjil-ta-2024-2024/ Tue, 05 Nov 2024 02:37:18 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13500 Bekasi – Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) akan melaksanakan ujian tengah semester (UTS) ganjil tahun akademik 2024/2024. Sesuai kalender akademik, UTS akan dilaksanakan dari tanggal 11 November hingga 23 November.

Sesuai kegiatan tersebut, maka ditetapkan tata tertib pelaksanaan ujian tengah semester ganjil TA 2024/2025. Pengumuman dengan nomor: Peng/001/XI/2024/Warek I yang ditandatangani Wakil Rektor I, Prof Dr. R Lina Sinaulan, S.H., MH pada 4 November 2024 memuat sebagai berikut;

Baca juga: Jadwal Ujian Skripsi Sudah Keluar? Ini Tips Agar Sukses Menjawab Pertanyaan Dosen Penguji

1. Mahasiswa wajib berpakaian rapi dengan ketentuan baju putih, celana (pria) atau rok (wanita) hitam dan memakai sepatu. 

2. Mahasiswa wajib hadir 15 menit sebelum ujian dimulai.

3. Toleransi keterlambatan hanya 10 menit setelah ujian dimulai, lebih dari itu mahasiswa tidak diizinkan mengikuti ujian.

4. Mahasiswa wajib membawa kartu ujian yang dicetak dari akun SIA mahasiswa.

5. Yang diperkenankan mengikuti ujian oleh pengawas hanya yang namanya tercantum dì presensi UTS dan membawa kartu ujian.

6. Jika mahasiswa namanya tidak ada di presensi UTS wajib lapor dengan membawa Kartu Ujian ke fakultas masing-masing.

7. Fakultas mengecek keaslian kartu ujian dan status pembayaran mahasiswa.

Baca Juga: Hobi Belajar Sistem Kebut Semalam (SKS) Saat Ujian? Ini Dampak Buruknya

8. Fakultas akan memberikan Cap/Stempel pada kartu ujian mahasiswa yang namanya belum tercantum pada presensi UTS tapi sudah melunasi pembayaran.

9. Mahasiswa yang membawa kartu ujian tetapi namanya tidak ada pada presensi UTS wajib menunjukkan cap fakultas di kartu ujiannya kepada pengawas, lalu mengisi presensi secara manual. 

10. Pengawas harus memastikan bahwa hanya mahasiswa yang sudah melaksanakan kewajibannya yang boleh mengikuti ujian. 

11. Demikian untuk maklum dalam pelaksanaannya.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>