UKM Seni Tari – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Mon, 03 Feb 2025 01:42:36 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png UKM Seni Tari – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 UKM Seni Tari Tradisional Ubhara Jaya Raih Juara 2 Event Sandcetion 9 di UMJ https://ubharajaya.ac.id/ukm-seni-tari-tradisional-ubhara-jaya-raih-juara-2-event-sandcetion-9-di-umj/ Mon, 03 Feb 2025 01:42:35 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14195 Jakarta – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Unit Tari Tradisional Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) meraih juara 2  lomba Ratoh Jaroe Safimta a  Thousand Hand Dance Competition (Sandcetion) 9. Kegiatan ini digelar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (1/2/2025). 

Tim yang beranggotakan 13 mahasiswa dari berbagai fakultas di Ubhara Jaya membawakan tari tradisional Saman. Tema yang diusung yakni Peulumat Adat, Kaseh Herak, Ratoh Jaroe Keu Geunaseh Budaya. Penampilan mereka berhasil memukau para juri hingga meraih juara 2.

Tari Ratoh Jaroe memiliki makna dan nilai filosofis tertentu. Tarian yang dibawakan oleh perempuan dengan iringan syair religius ini dimaknai sebagai merupakan wujud semangat, jiwa pemberani dan pantang menyerah para wanita Aceh.

Baca Juga: Pegawai dan Mahasiswa Ubhara Jaya Meriahkan HUT ke-73 YBB, Tampilkan Sendratari Wilwatikta Majapahit

Sejak tahun 2011, tarian ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya internasional. Berdasarkan berbagai sumber, tarian Ratoh Jaroe diciptakan oleh Yusri Saleh, yang lebih dikenal dengan nama Dek Gam. Sekitar tahun 2000-an, Yusri merantau ke Jakarta dan bakat seninya membawanya menjadi pelatih tari di anjungan Pemerintah Aceh. Ia juga dipercaya sebagai koreografer dalam parade tari tingkat nasional di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) dan berhasil meraih gelar koreografer terbaik.

Sejak saat itu, Yusri mulai mengembangkan tarian Ratoh Jaroe. Tarian ini merupakan hasil perpaduan dari beberapa tarian tradisional Aceh, seperti Likok Pulo, Rapai Geleng, Rateb Meuseukat, dan Ratoh Duek, sehingga menciptakan gerakan tari yang khas dan unik. Hingga kini, tarian Ratoh Jaroe dikenal luas baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Aksi Memukau UKM Seni Ubhara Jaya di Bringback Artfest, Pamer Tarian Tradisional hingga Tarik Suara https://ubharajaya.ac.id/aksi-memukau-ukm-seni-ubhara-jaya-di-bringback-artfest-pamer-tarian-tradisional-hingga-tarik-suara/ Sat, 09 Mar 2024 03:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10005 Bekasi – Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Seni Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) memerkan tari tradisional hingga tarik suara di ajang Bringback Artfest. Kegiatan ini digelar di lapangan futsal kampus I Ubhara Jaya, Bekasi, Jumat (8/3/2024). 

Diketahui jika kegiatan ini digelar UKM Seni Ubhara Jaya yang terdiri atas seni musik, seni rupa, seni tari tradisional, dance hingga teater. Acara ini biasanya digelar satu kali dalam setahun.

Acara dengan tema ‘Bringback Artfest’ salah satu panitia acara, Muhammad Rizky Maulana mengatakan, tujuan utama dari acara ini yakni untuk menyoroti kemampuan setiap anggota divisi UKM Seni. 

“Mereka ini menampilkan hasil karya yang telah dipersiapkan khusus untuk acara ini, menunjukkan dedikasi dan kerja keras mereka dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dalam organisasi,” katanya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menciptakan kebersamaan antarmahasiswa di setiap jurusan dan UKM Ubhara Jaya lainnya.

“Artfest juga bertujuan untuk menciptakan kebersamaan dan rasa kekeluargaan di antara anggota UKM Seni, serta meningkatkan kerja sama dan kekompakan dalam organisasi,” katanya.

Punya banyak prestasi, UKM Seni Ubhara Jaya tak hanya jago kandang, mereka sudah memiliki pengalaman tampil di luar kampus. Bahkan tak sedikit dari mereka yang sudah mengantongi bayaran dari menampilkan bakat mereka.

“Beberapa kali mereka telah mendapatkan bayaran untuk penampilan mereka di berbagai acara di luar kampus. Ini menunjukkan bahwa bakat mereka diakui dan dihargai di komunitas seni yang lebih luas,” katanya.

Bahkan untuk divisi tari tradisional dan modern dance pernah menjadi perwakilan yang konsisten dalam berbagai ajang kompetisi di luar kampus.

]]>